HOME  ⁄  Nasional

Bappenas dan Kementerian Kebudayaan Perkuat Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya Menuju Indonesia Emas 2045

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Bappenas dan Kementerian Kebudayaan Perkuat Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya Menuju Indonesia Emas 2045
Foto: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan memperkuat kebijakan, komitmen, apresiasi, dan sinergi antarpemangku kepentingan dalam pengembangan talenta seni budaya Indonesia (sumber: Kementerian Kebudayaan)

Pantau - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat kebijakan, komitmen, apresiasi, dan sinergi antarpemangku kepentingan dalam pengembangan talenta seni budaya Indonesia melalui pelaksanaan Manajemen Talenta Nasional (MTN).

MTN merupakan upaya nasional untuk menemukan, membina, mengembangkan, dan memperkuat talenta secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan pada tiga bidang utama, yakni riset dan inovasi, seni budaya, serta olahraga.

Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Teni Widuriyanti mengatakan, "Manajemen Talenta Nasional hadir sebagai kebijakan terobosan agar proses pengembangan talenta tidak lagi berjalan masing-masing, sektoral, dan parsial, tetapi lebih terukur, terstruktur, terintegrasi, dan berkelanjutan. Seni budaya juga tidak hanya relevan dalam memajukan kebudayaan, tetapi menjadi sektor strategis untuk meningkatkan produktivitas Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi."

Teni menegaskan MTN menjadi kebijakan terobosan agar pengembangan talenta nasional tidak lagi berjalan secara sektoral dan parsial, sekaligus menempatkan seni budaya sebagai sektor strategis yang berkontribusi terhadap produktivitas nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pengembangan Talenta Berkelanjutan

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK) Kementerian Kebudayaan Ahmad Mahendra menekankan pentingnya kesinambungan dalam pengembangan talenta seni budaya yang mencakup pendataan, pembinaan, fasilitasi karya, peningkatan kapasitas, perluasan akses, dan pemberian apresiasi.

Ahmad Mahendra mengatakan, "MTN Seni Budaya dirancang sebagai perjalanan talenta yang berkelanjutan dan holistik, bukan sekadar program parsial. Melalui berbagai tahapan, mulai dari pembibitan, pengembangan kapasitas, fasilitasi berkarya, hingga rekognisi internasional, kami ingin memastikan setiap talenta memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh dan menjangkau akses yang lebih luas. Dengan demikian, seni dan budaya menjadi investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045."

Ia menjelaskan tahapan MTN Seni Budaya meliputi pembibitan talenta, pengembangan kapasitas, fasilitasi berkarya, hingga rekognisi internasional guna memberikan kesempatan bagi setiap talenta untuk terus berkembang, memperluas akses, serta menjadikan seni dan budaya sebagai investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Road to Talent Fest 2026

Kegiatan Road To Talent Fest 2026 menghadirkan para talenta dan pelaku budaya yang berbagi inspirasi mengenai praktik baik implementasi MTN dalam memperkuat ekosistem talenta seni budaya.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan workshop melukis bersama seniman rupa, kurator, dan penggerak seni visual Indonesia Zamrud Setya Negara.

Workshop tersebut bertujuan menjadi sarana pembelajaran partisipatif yang mempertemukan praktik artistik dengan semangat pelestarian budaya sekaligus mendorong masyarakat terlibat langsung dalam proses kreatif.

Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas Didik Darmanto mengatakan Road to Talent Fest 2026 merupakan bagian dari rangkaian menuju Talent Fest 2026 sekaligus menjadi momentum peluncuran Basis Data Talenta Manajemen Talenta Nasional (BDT-MTN).

Penulis :
Leon Weldrick