
Pantau - Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mengajak mahasiswa dan pelajar meningkatkan literasi digital agar mampu menyikapi arus informasi secara kritis dan bertanggung jawab di tengah bias algoritma media sosial.
DPR Dorong Ruang Digital yang Sehat
Amelia menyampaikan ajakan tersebut dalam Webinar Kelas Parlemen bertajuk "Beyond The FYP: Peran Parlemen Menjaga Ruang Digital di Tengah Bias dan Jebakan Algoritma" yang digelar secara daring dan diikuti mahasiswa serta pelajar dari berbagai daerah di Indonesia pada Jumat (7/8).
Ia menjelaskan ruang digital kini telah menjadi ruang publik baru karena aktivitas belajar, bekerja, berbelanja, hingga pembentukan opini masyarakat banyak berlangsung melalui internet.
"Yang muncul di timeline kita sering kali bukan gambaran utuh dari kenyataan, melainkan hasil seleksi algoritma," ujarnya.
Menurut Amelia, masyarakat perlu memiliki kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi berbagai tantangan di ruang digital seperti hoaks, disinformasi, deepfake, kebocoran data pribadi, penipuan digital, perundungan siber, eksploitasi anak, hingga manipulasi opini publik.
Ia mengatakan DPR RI menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran untuk mendorong terciptanya ruang digital yang sehat, termasuk melalui pembahasan RUU Penyiaran dan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber.
Generasi Muda Diminta Gunakan Media Sosial Secara Bertanggung Jawab
Amelia menegaskan perlindungan data pribadi harus terus diperkuat karena privasi di ruang digital merupakan bagian dari hak warga negara dan kedaulatan bangsa.
Ia juga mengajak generasi muda tidak hanya mampu memeriksa fakta, tetapi memahami cara informasi dibingkai, pihak yang diuntungkan dari penyebarannya, serta bagaimana algoritma memengaruhi distribusi konten.
Selain itu, ia menilai DPR perlu memperkuat keterbukaan informasi melalui berbagai kanal komunikasi publik seperti TVR Parlemen, Parlementaria, situs resmi DPR RI, media sosial, siaran langsung rapat, dan kanal aspirasi digital.
"Gunakan media sosial untuk menyampaikan aspirasi, mengawal kebijakan, berdiskusi secara sehat; menyebarkan informasi berbasis fakta. Bukan hanya mengejar viralitas," pesannya.
Dalam webinar tersebut turut hadir Dosen FISIP Universitas Airlangga Suko Widodo yang memaparkan materi mengenai mekanisme algoritma media sosial, fenomena echo chamber, ancaman misinformasi dan disinformasi, serta teknik sederhana untuk memverifikasi informasi digital.
- Penulis :
- Aditya Yohan



