
Pantau - Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono meminta seluruh jajaran PPAL aktif membangun lahan ketahanan pangan di daerah guna mendukung program pemerintah dalam memperkuat lumbung pangan di berbagai wilayah.
Yudo menegaskan setiap wilayah, rayon, dan sub-rayon PPAL harus memiliki kegiatan yang berkaitan dengan ketahanan pangan.
PPAL Didorong Kembangkan Kolam Ikan dan Lahan Tanaman
Yudo mengatakan, "Di wilayah, rayon maupun sub-rayon di seluruh jajaran, kita tekankan ada kegiatan yang sifatnya untuk ketahanan pangan. Mungkin melalui kolam ikan, juga penanaman tanaman-tanaman,"
Ia menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mendukung program pemerintah, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan pangan para purnawirawan TNI AL di daerah.
Keberadaan lahan ketahanan pangan diharapkan dapat memudahkan para purnawirawan memperoleh kebutuhan pangan sekaligus memberikan tambahan pemasukan bagi perekonomian mereka.
Yudo tidak menjelaskan secara rinci jumlah lahan ketahanan pangan yang telah dikelola anggota PPAL maupun jenis tanaman yang dibudidayakan.
TNI AL Perluas Lahan Kedelai untuk Perkuat Cadangan Nasional
Secara terpisah, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memastikan TNI AL telah membantu pemerintah memperkuat persediaan kedelai nasional dengan mengelola sejumlah lahan di berbagai daerah menjadi ladang kedelai.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus saat memberikan paparan di hadapan Presiden Prabowo Subiyanto dalam acara Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, pada Jumat (17/7).
Agus mengatakan, "Upaya ini akan memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan impor,"
Dalam paparannya, Agus menjelaskan TNI AL telah mengelola lahan seluas 2.432 hektare untuk penanaman kedelai yang tersebar di enam wilayah.
Produksi kedelai dari lahan tersebut mencapai 3.676 ton dengan kontribusi sebesar 0,35 persen terhadap target produksi kedelai nasional tahun 2026.
Agus mengatakan, "TNI Angkatan Laut mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan total produksi 3.676 ton tersebar di enam wilayah dengan kontribusi sebesar 0,35 persen terhadap target produksi kedelai nasional tahun 2026,"
Agus menilai capaian tersebut masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Karena itu, TNI AL kembali membuka lahan baru seluas 3.110 hektare yang tersebar di tujuh wilayah.
Seluruh lahan tambahan tersebut dikelola oleh prajurit TNI AL yang bertugas di setiap markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral).
Agus mengatakan, "Estimasi panen mencapai 5.287 ton,"
Ia memastikan seluruh jajaran TNI AL akan mengelola lahan tersebut secara maksimal agar menghasilkan kedelai berkualitas serta membantu pemerintah pusat memperkuat cadangan kedelai nasional.
- Penulis :
- Arian Mesa



