
Pantau - Pemerintah mempertajam sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memprioritaskan ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) guna mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan kebijakan tersebut diputuskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program.
Zulhas mengungkapkan, "MBG harus hadir lebih dulu kepada mereka yang paling membutuhkan. Karena itu kita melakukan penajaman sasaran sekaligus memperkuat tata kelola agar anggaran negara benar-benar memberikan manfaat maksimal."
Fokus Percepatan di Daerah 3T
Pemerintah mencatat masih terdapat sekitar 11,15 juta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang belum menerima manfaat Program MBG.
Kelompok tersebut menjadi prioritas karena dinilai berperan penting dalam percepatan penurunan stunting sejak dini.
Pemerintah juga mempercepat operasional 352 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T yang tersebar di delapan provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi.
Selain itu, pemerintah menyiapkan skema indeks kemahalan bahan baku dan insentif sewa SPPG agar pelaksanaan program di wilayah terpencil berjalan optimal.
Zulhas mengatakan, "Prioritas kita sekarang SPPG di daerah 3T. Sebagian besar pendataannya sudah selesai dan kita targetkan minggu ini bisa dituntaskan, termasuk untuk wilayah Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku."
BGN Percepat Aktivasi SPPG
Zulhas menambahkan, "Kita ingin memastikan masyarakat di wilayah 3T juga mendapatkan pelayanan MBG dengan baik."
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) mempercepat pembangunan dan aktivasi SPPG di wilayah 3T dengan target penyelesaian dalam satu pekan.
Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan, "Wilayah Papua, NTT, Nias, Maluku, Maluku Utara, dan daerah-daerah yang jauh menjadi prioritas karena masyarakat di sana sangat membutuhkan. Arahan Bapak Menko Pangan bersama seluruh kementerian dan lembaga adalah memastikan pelaksanaannya berjalan cepat, tepat sasaran, dan terkoordinasi dengan baik."
- Penulis :
- Aditya Yohan



