HOME  ⁄  Nasional

Museum Tekstil Menghadirkan Umbul-Umbul Caruban Nagari, Jejak Perjuangan Kesultanan Cirebon

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Museum Tekstil Menghadirkan Umbul-Umbul Caruban Nagari, Jejak Perjuangan Kesultanan Cirebon
Foto: (Sumber :Tangkapan layar - Umbul-umbul Caruban Nagari, Bendera Kesultanan Cirebon yang menjadi saksi bisu perjuangan melawan penjajah di Sunda Kelapa, dalam pameran wastra bersejarah bertema "Menjaga Warisan untuk Masa Depan" di Museum Tekstil, Jakarta. Pameran berlangsung pada 24 Juni-30 Agustus 2026. ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.)

Pantau - Museum Tekstil Jakarta bersama Himpunan Wastraprema (HWP) menghadirkan umbul-umbul Caruban Nagari, Bendera Kesultanan Cirebon yang menjadi saksi sejarah perjuangan melawan penjajah di Sunda Kelapa, dalam pameran wastra bersejarah bertema "Menjaga Warisan untuk Masa Depan".

Pameran tersebut berlangsung di Museum Tekstil, Jakarta, pada 24 Juni hingga 30 Agustus 2026 sekaligus menjadi bagian dari peringatan 50 tahun museum tersebut.

Kepala Unit Pengelola Museum Seni Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Sri Kusumawati mengatakan bendera yang dipamerkan merupakan replika dari peninggalan bersejarah Kesultanan Cirebon.

Menurut Sri, versi asli bendera tersebut pernah dibawa Fatahillah ketika menyerang Portugis di Sunda Kelapa pada 1527, sedangkan replika yang dibuat Keraton Cirebon berasal dari 1776.

"Benderanya dibuat dengan teknik batik tulis. Kemudian, motifnya menggunakan kaligrafi Islam. Jadi maknanya sungguh luar biasa," kata Sri dalam siniar yang disiarkan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Senin.

Umbul-umbul Caruban Nagari memuat kalimat Basmallah, syahadat, ayat Surat Al-Ikhlas, Surat Al-An'am ayat 103, serta Surat Ash-Shaff ayat 13 yang bermakna pertolongan dan kemenangan yang dekat.

Bendera tersebut juga menampilkan simbol macan Ali dan pedang Zulfiqar.

Dalam tradisi Jawa-Sunda kuno, macan menjadi lambang keberanian, kewibawaan, dan penjaga hutan yang berpadu dengan pengaruh Persia melalui julukan Singa Tuhan untuk Ali bin Abi Thalib.

Sri menjelaskan Keraton Cirebon membuat replika bendera yang dibawa Fatahillah pada 1776, kemudian Museum Tekstil kembali membuat replikanya pada 2010.

"Aslinya masih ada di Museum Tekstil, kami simpan di storage karena sudah sangat tua. Tidak mungkin lagi kami pamerkan. Pada tahun 2010 Museum Tekstil membuat replika. Duplikatnya yang dipakai untuk dipamerkan di beberapa kesempatan," kata Sri.

Museum Tekstil menyimpan bendera asli di ruang penyimpanan karena kondisinya yang sudah sangat tua sehingga tidak memungkinkan untuk terus dipamerkan kepada publik.

Replika kemudian digunakan dalam sejumlah kesempatan, termasuk pameran "Menjaga Warisan untuk Masa Depan" yang menampilkan berbagai wastra bersejarah.

Menurut Sri, umbul-umbul Caruban Nagari menjadi salah satu peninggalan sejarah yang mendapat sorotan dalam pameran peringatan 50 tahun Museum Tekstil tersebut.

Jejak Bendera Cirebon sebelumnya juga pernah diabadikan dalam seri prangko "Sekilas Sejarah Kota Jakarta" pada 2008.

Prangko senilai Rp10 ribu tersebut menampilkan kibaran bendera bersama Fatahillah dan siluet pasukan berkudanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf