HOME  ⁄  Nasional

Pramono Menargetkan Seluruh Sampah Jakarta Terkelola 100 Persen pada 2028 melalui PLTSa

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pramono Menargetkan Seluruh Sampah Jakarta Terkelola 100 Persen pada 2028 melalui PLTSa
Foto: (Sumber :Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di RDF Rorotan, Jakarta Utara, Senin (10/8/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.)

Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan seluruh sampah di Jakarta dapat terkelola 100 persen pada 2028 melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan penguatan gerakan pilah sampah.

Pramono menyampaikan target tersebut saat ditemui di Rorotan, Jakarta Utara, Senin, 10 Agustus 2026.

“Kami berharap pada tahun 2028 sampah Jakarta betul-betul terkelola 100 persen. Karena kami sekarang ini bersama-sama dengan Danantara, tentunya dengan Kementerian Lingkungan Hidup, segera menyelesaikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah,” kata Pramono.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan pembangunan tiga PLTSa yang berlokasi di Bantargebang, Tanjung Priok, dan Sunter.

Pramono mengatakan masing-masing PLTSa direncanakan mampu mengolah 1.500 hingga 2.000 ton sampah sehingga persoalan neraca sampah Jakarta pada 2028 diharapkan dapat diselesaikan sesuai perencanaan.

Selain mengandalkan PLTSa, Pemprov DKI mendorong gerakan pilah sampah yang disebut semakin masif hingga tingkat RT dan RW.

“Setiap minggu saya mencanangkan harus ada laporan perkembangan tentang persampahan, penanganan pilah sampah yang ada di Jakarta. Dan karena ini sudah menjadi gerakan, saya yakin di mana-mana sekarang sudah bergemuruh untuk itu,” jelas Pramono.

Gerakan tersebut juga diikuti dengan penguatan fasilitas pengelolaan sampah yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pramono mengatakan penanganan sampah Jakarta juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup sehingga gerakan pilah sampah dan pengelolaan sampah dapat berjalan lebih baik.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat atas dukungan terhadap program penanganan sampah di ibu kota.

“Yang dulu tidak terbayangkan bagaimana menangani 9.000 ton sampah di Jakarta setiap hari. Alhamdulillah, sekarang ini bisa tertangani menjadi lebih baik,” kata Pramono.

Pemprov DKI berharap kombinasi pembangunan PLTSa, gerakan pilah sampah, serta peningkatan fasilitas pengelolaan dapat mempercepat penyelesaian persoalan sampah Jakarta hingga mencapai target pengelolaan 100 persen pada 2028.

Penulis :
Ahmad Yusuf