HOME  ⁄  Nasional

PAM Jaya Akan Bangun 7.000 Kilometer Pipa Baru demi Kejar Cakupan Air 100 Persen Jakarta pada 2029

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

PAM Jaya Akan Bangun 7.000 Kilometer Pipa Baru demi Kejar Cakupan Air 100 Persen Jakarta pada 2029
Foto: Penandatanganan Bersama Komitmen Keselamatan yang dilakukan PAM Jaya (sumber: PAM Jaya)

Pantau - PAM Jaya berencana membangun sekitar 7.000 kilometer jaringan pipa baru dalam beberapa tahun ke depan untuk memperluas layanan air perpipaan sekaligus mengejar target cakupan layanan 100 persen di Jakarta pada 2029.

Direktur Teknik PAM Jaya Akhmad Santika mengatakan pembangunan tersebut akan meningkatkan total panjang jaringan pipa PAM Jaya secara signifikan, dari sekitar 13.000 kilometer saat ini menjadi sekitar 20.000 kilometer.

“Pekerjaan pembangunan jaringan ke depan akan semakin masif,” ungkap Akhmad.

Pengawasan Proyek dan K3 Diperketat

Semakin banyaknya proyek pembangunan jaringan perpipaan membuat PAM Jaya menilai pengawasan pekerjaan di lapangan perlu diperkuat, terutama karena proyek berskala besar tersebut melibatkan banyak perusahaan mitra.

PAM Jaya saat ini tengah menyusun sistem monitoring pekerjaan lapangan untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh perusahaan mitra yang terlibat dalam pembangunan jaringan.

Dalam pelaksanaan proyek, PAM Jaya juga memberikan perhatian khusus terhadap penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja atau K3.

“Implementasi SOP K3 (Standar Operasional Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja) harus menjadi perhatian utama dalam setiap pekerjaan,” tegas Akhmad.

Selain memperkuat sistem pengawasan, PAM Jaya akan mencantumkan identitas perusahaan mitra pada setiap lokasi proyek pembangunan jaringan.

Identitas perusahaan yang mengerjakan proyek akan dipasang pada standar Pagar Proyek Daur Ulang atau PPDU maupun pembatas atau barrier di sekitar lokasi pekerjaan.

Pencantuman identitas perusahaan tersebut dimaksudkan agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas pihak yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan di setiap lokasi proyek.

Akhmad menegaskan keselamatan kerja bukan hanya menjadi tanggung jawab PAM Jaya atau satu pihak tertentu, tetapi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jaringan pipa.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, sehingga seluruh mitra harus memiliki kepedulian yang sama terhadap penerapan K3 tanpa terkecuali,” ungkap Akhmad.

Pipa Berusia Lebih dari 100 Tahun Jadi Tantangan

Direktur Strategi dan Bisnis PAM Jaya Anugrah Esa mengatakan pembangunan jaringan pipa memiliki tantangan tersendiri karena pekerjaan perusahaan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jaringan baru.

Di tengah rencana ekspansi tersebut, PAM Jaya juga harus menangani jaringan pipa lama yang telah digunakan selama bertahun-tahun.

Sebagian jaringan pipa yang masih digunakan bahkan telah berusia lebih dari 100 tahun sehingga kondisinya menjadi salah satu tantangan yang harus diperhatikan bersamaan dengan pembangunan jaringan baru.

Besarnya skala pembangunan jaringan baru dan keberadaan jaringan pipa lama membuat aspek keselamatan dan kesehatan kerja tidak boleh hanya diposisikan sebagai aturan atau persyaratan proyek.

Anugrah menekankan K3 harus menjadi bagian dari budaya kerja dalam setiap pelaksanaan proyek PAM Jaya.

“Penerapan K3 tidak boleh dipandang sebagai sekadar kewajiban administratif, melainkan harus menjadi budaya kerja yang dijalankan secara konsisten,” ujar Anugrah.

Penulis :
Arian Mesa