HOME  ⁄  Nasional

Jakarta Menekan Pengangguran dari Akar Rumput lewat Pelatihan Barista dan Editor Video

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Jakarta Menekan Pengangguran dari Akar Rumput lewat Pelatihan Barista dan Editor Video
Foto: (Sumber :Ilustrasi. Barista menyangrai kopi. (ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH).)

Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menekan pengangguran dari tingkat masyarakat dengan menghadirkan pelatihan barista dan editor video melalui skema Mobile Training Unit (MTU) bagi 20 warga Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Pelatihan yang diselenggarakan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur itu berlangsung sejak 20 Juli hingga 14 Agustus 2026 di halaman Kantor Kecamatan Pasar Rebo.

Program tersebut menggunakan sistem jemput bola sehingga warga tidak perlu datang ke balai pelatihan kerja untuk memperoleh keterampilan yang dibutuhkan dalam memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.

Pelatihan Berasal dari Aspirasi Warga

Pelaksanaan MTU di Pasar Rebo merupakan tindak lanjut usulan masyarakat yang disampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang di tingkat kelurahan.

Kepala PPKD Jakarta Timur Teguh Hendarwan menyebut kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut langsung atas aspirasi masyarakat.

Sebanyak 20 peserta berasal dari lima kelurahan, yakni Pekayon, Kalisari, Cijantung, Baru, dan Gedong.

Camat Pasar Rebo Mujiono memastikan peserta dibagi secara merata dengan masing-masing kelurahan mengirimkan empat orang agar manfaat program tidak hanya terpusat di satu wilayah.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta dijadwalkan mengikuti uji kompetensi pada 18 Agustus 2026.

Peserta yang menyelesaikan rangkaian program akan mendapatkan sertifikat dari PPKD dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sertifikat BNSP merupakan pengakuan kompetensi kerja secara nasional yang dapat digunakan peserta ketika melamar pekerjaan maupun mengembangkan usaha.

Barista dan Editor Video Dipilih Sesuai Kebutuhan Pasar

Pelatihan barista dan editor video dipilih karena kedua bidang tersebut memiliki peluang di tengah perkembangan industri kopi dan kebutuhan konten digital.

Data Indonesian Coffee Council menunjukkan lebih dari 25 ribu kedai kopi aktif beroperasi di Indonesia pada 2025 dengan nilai pasar sekitar 2,1 miliar dolar AS.

Laporan USDA bertajuk Indonesia: Coffee Annual mencatat pertumbuhan tahunan industri tersebut mendekati 10 persen.

Pertumbuhan kedai kopi turut meningkatkan kebutuhan terhadap tenaga barista terampil, terutama di kota besar seperti Jakarta.

Pada sektor digital, meningkatnya penggunaan konten video berdurasi pendek melalui TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts turut mendorong kebutuhan jasa penyuntingan video.

Kebutuhan tersebut berasal dari kreator individu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah hingga berbagai merek yang menggunakan konten visual untuk menjangkau konsumen.

Pelatihan berbasis kebutuhan pasar tersebut diarahkan untuk memberikan keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga dalam mencari pekerjaan maupun membuka peluang usaha secara mandiri.

Penulis :
Aditya Yohan