
Pantau - Warga RT 11/RW 07, Kelurahan Gandaria Utara, Jakarta Selatan, mengolah sampah organik menjadi kompos dan menanam sayuran di pekarangan rumah melalui lomba ketahanan pangan untuk menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.
Ketua RT 11/RW 07 Gandaria Utara Imam Basori mengatakan warga tengah mempersiapkan tanaman sayuran yang akan dinilai dalam lomba tersebut.
" Saat ini, warga sedang mempersiapkan diri untuk lomba ketahanan pangan. Mereka mulai menanam sayuran di pekarangan rumah masing-masing untuk mendukung ketahanan pangan," kata Imam saat dihubungi di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan program Kompos Keliling (Komling) dan Komposter Mandiri (KOMA) yang dikembangkan warga untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.
Kompos yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan sebagai media tanam berbagai sayuran di lingkungan rumah warga.
Setiap Rumah Mendapat Modal Satu Tanaman Sayur
Setiap rumah mendapatkan modal awal berupa satu tanaman sayur dari pengurus RT untuk kemudian dikembangkan menjadi kebun sayur mini dengan beragam tanaman pangan.
"Ini kami sendiri yang mengadakan sebagai pemantik warga supaya membuat ketahanan pangan sendiri di rumah masing-masing," ujar Imam.
Selain memperkuat ketahanan pangan, kegiatan tersebut diarahkan untuk mempercantik lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran warga dalam mengelola sampah organik.
Penilaian lomba terdiri atas improvisasi dan keanekaragaman tanaman sebesar 30 persen, kesuburan tanaman 20 persen, kerapian dan kebersihan halaman 20 persen, kreativitas dan keindahan 20 persen, serta pemanfaatan barang bekas atau konsep ramah lingkungan 10 persen.
Pemenang Diumumkan pada Malam Kemerdekaan
Penilaian dan pengumuman pemenang dijadwalkan berlangsung pada 17 Agustus 2026 dalam acara puncak Malam Kemerdekaan RT 11/RW 07 Gandaria Utara.
Pengurus RT menyiapkan hadiah sepeda untuk juara pertama, air fryer untuk juara kedua, dan voucer belanja senilai Rp500 ribu untuk juara ketiga.
Warga berharap pemanfaatan pekarangan untuk menanam pangan dapat berlanjut setelah perlombaan sehingga lingkungan menjadi lebih hijau, sehat, dan produktif.
- Penulis :
- Aditya Yohan



