
Pantau - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan siswa Sekolah Rakyat untuk menjaga kesehatan sejak dini dengan rajin menyikat gigi, mengatur pola makan, dan rutin berolahraga.
Pesan tersebut disampaikan Budi saat meninjau Sekolah Rakyat Rintisan 4 Kabupaten Bogor bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol. Suyudi Ario Seto.
"Yang penting hidup sehat, makannya cukup. Penyakit paling banyak ditemukan adalah penyakit gigi. Jadi mesti rajin sikat gigi yang benar," kata Budi dalam keterangan di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Hampir Separuh Siswa Bermasalah dengan Gigi
Budi menilai kesehatan gigi menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian sehingga siswa diminta membiasakan diri menyikat gigi dengan benar.
Selain kesehatan gigi, Budi meminta siswa menjaga pola makan agar kebutuhan nutrisi tercukupi tanpa berlebihan karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko obesitas dan tekanan darah tinggi.
"Nomor dua kurang makan, di sini kan tidak mungkin kurang makan. Tapi juga (mungkin) ada ya obesitas (menyebabkan) tekanan darah tinggi. Jadi tidak boleh ya," ujarnya.
Budi juga mendorong siswa aktif bergerak dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari untuk menjaga kebugaran tubuh.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan hampir separuh siswa Sekolah Rakyat mengalami masalah gigi ketika pertama kali masuk.
"Jadi 49 persen siswa Sekolah Rakyat bermasalah gigi ketika pertama kali (masuk). Kemudian anemia, kotoran telinga," kata Gus Ipul.
Gus Ipul mengatakan kondisi kesehatan para siswa kini mulai menunjukkan perubahan dibandingkan saat awal masuk Sekolah Rakyat.
"Awal mereka masuk ngantukan semua. Sekarang Alhamdulillah segar-segar ya," kata Gus Ipul.
Sekolah Rakyat Tampung Anak Putus Sekolah
Sekolah Rakyat Rintisan 4 Kabupaten Bogor menjadi bagian dari program pemerintah untuk memberikan akses pendidikan kepada anak putus sekolah di Jakarta dan sekitarnya, khususnya anak yang beraktivitas di jalanan.
Pemerintah menemukan sekitar 400 anak tidak bersekolah yang beraktivitas di jalan dan pasar, sementara sekitar 100 anak belum dapat langsung mengikuti pembelajaran karena harus menjalani pemulihan di Sentra Kemensos.
"Nanti kalau sudah cukup, artinya sudah mengikuti matrikulasi, mereka bisa mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat. Kami berterima kasih karena BNN menyediakan sebagian dari tempat di sini untuk penyelenggaraan Sekolah (Rakyat) rintisan, menindaklanjuti arahan Bapak Presiden Prabowo," kata Gus Ipul.
Dalam kunjungan tersebut, Mensos, Menkes, dan Kepala BNN turut meninjau fasilitas asrama, musala, serta ruang kelas.
Ketiganya juga menyaksikan simulasi pembelajaran matematika menggunakan papan tulis digital dengan pengantar bahasa Inggris.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



