
Pantau - PT Pegadaian (Persero) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur mendorong generasi muda mengelola keuangan secara sehat dan bijak agar mampu mencapai kemandirian finansial secara aman di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan literasi keuangan bertajuk Financial Literacy on the Way: Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Surabaya, Kamis, 13 Agustus 2026.
Direktur Jaringan dan Operasi Pegadaian Eka Pebriansyah menilai generasi muda memiliki potensi besar menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sehingga kemampuan mengelola keuangan perlu dibangun sejak dini.
"Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di masa depan. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak sejak dini," kata Eka.
Mahasiswa Didorong Mulai Mengatur Keuangan
Eka mengatakan mahasiswa yang masih menerima kiriman uang dari orang tua tetap perlu membangun kebiasaan mengelola keuangan dengan baik, terlebih pada era digital yang menghadirkan berbagai tantangan dan risiko.
Generasi muda perlu memahami pengelolaan anggaran pribadi, arus kas, dana darurat, perencanaan keuangan jangka panjang, serta berbagai instrumen investasi sesuai tujuan masing-masing.
"Kami ingin mahasiswa tidak hanya mampu mengambil keputusan finansial yang tepat, tetapi juga menjadi agen literasi keuangan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya," ujar Eka.
Senior Officer Pegadaian Area Surabaya 1 Eko Ngardiyanto menyebut investasi emas dapat menjadi salah satu pilihan generasi muda dalam mengelola keuangan untuk jangka panjang.
"Saatnya mandiri mengatur cashflow sendiri. Nabung emas itu bisa dimulai hanya Rp10 ribu saja. Dimulai sedikit dan dimulai langkah kecil bisa berguna buat 5-10 tahun ke depan," kata Eko.
OJK Ingatkan Pinjol Ilegal hingga Paylater
Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Jawa Timur Indrawan Nugroho Utomo mengingatkan kemudahan akses layanan keuangan digital turut membawa risiko kejahatan terhadap generasi muda.
Ancaman tersebut antara lain pinjaman online ilegal, judi online, phishing, hingga carding yang dapat menyasar mahasiswa dengan tingkat literasi keuangan rendah.
OJK juga menyoroti penggunaan paylater yang semakin gencar dipromosikan melalui berbagai platform e-commerce.
Penggunaan paylater merupakan layanan legal, tetapi pembayaran yang tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi catatan dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan berujung gagal bayar.
"Pelaku kejahatan keuangan tidak mengenal hari libur dan menyasar generasi muda seperti mahasiswa yang minim literasi. Tantangan rendahnya pemahaman terhadap pengelolaan keuangan, risiko investasi, hingga maraknya berbagai penawaran keuangan yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan maupun profil risiko individu," katanya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



