HOME  ⁄  Nasional

Kemlu Dorong IORA 2026 Perkuat Kepentingan Indonesia di Samudra Hindia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemlu Dorong IORA 2026 Perkuat Kepentingan Indonesia di Samudra Hindia
Foto: (Sumber :Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Santo Darmosumarto memberikan kuliah umum di Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat pada Selasa (11/8/2026). ANTARA FOTO/HO-Kemlu RI.)

Pantau - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan peran strategis Indian Ocean Rim Association (IORA) 2026 untuk memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia di Samudra Hindia, mulai dari ketahanan energi, stabilitas kawasan hingga keamanan jalur perdagangan.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI Santo Darmosumarto memaparkan peran tersebut di hadapan sekitar 4.000 mahasiswa Universitas Andalas di Padang, Sumatra Barat, Selasa (11/8/2026).

Paparan disampaikan dalam kuliah umum bertajuk "Diplomasi yang Bekerja: Memperjuangkan Kepentingan Nasional Indonesia di Samudra Hindia melalui IORA".

Santo menjelaskan diplomasi melalui IORA diarahkan untuk menghasilkan dampak konkret yang dapat berkontribusi terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.

Posisi Indonesia Dinilai Strategis

Santo menilai posisi geografis Indonesia yang berada di antara Samudra Hindia dan Pasifik merupakan potensi besar yang perlu dioptimalkan melalui diplomasi.

Melalui IORA, diplomasi Indonesia diprioritaskan untuk menjaga ketahanan energi, stabilitas kawasan, serta mengamankan jalur perdagangan di Samudra Hindia.

Santo juga menekankan posisi penting Sumatra Barat karena provinsi tersebut menjadi salah satu pintu gerbang Indonesia menuju kawasan Samudra Hindia.

"IORA bukan sesuatu yang jauh dari Sumatera Barat. IORA sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Sumatera Barat," kata Santo.

Menurut Santo, diplomasi yang berhasil harus mampu menghubungkan potensi daerah dengan berbagai peluang di tingkat internasional.

Bidang prioritas IORA seperti ekonomi biru, pengelolaan perikanan, pariwisata bahari, dan mitigasi bencana dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan potensi alam serta keunggulan riset Universitas Andalas.

Diplomasi Didorong Berikan Manfaat Konkret

Santo mengatakan keberhasilan diplomasi dapat dirasakan ketika instabilitas dapat dicegah, rantai pasok tetap berjalan, peluang investasi terbuka, serta manfaat ekonomi dan sosial dapat diterima masyarakat.

"Itulah yang dinamakan diplomasi yang bekerja," katanya.

Kemlu juga melibatkan pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah dalam perumusan kebijakan luar negeri Indonesia, termasuk melalui peluncuran Satuan Tugas IORA pada 10 Agustus 2026.

Dalam kuliah umum tersebut, Santo turut mengangkat rekam jejak tokoh bangsa dan diplomat asal Minangkabau, yakni Mohammad Hatta, Haji Agus Salim, serta diplomat maritim Prof. Dr. Hasjim Djalal.

Santo berharap Universitas Andalas dapat melahirkan menteri, duta besar, maupun tokoh internasional yang mampu membawa kepentingan dan suara Indonesia ke tingkat global.

Penulis :
Ahmad Yusuf