
Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan Rumah Sehat Baznas (RSB) di kompleks Pondok Pesantren Roudhotul Mubtadiin Balekambang, Desa Kepel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jumat (14/8/2026), sehingga jumlah RSB yang beroperasi secara nasional mencapai 35 fasilitas.
RSB dikembangkan Baznas sebagai salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan gratis sekaligus membantu pemerintah menjalankan berbagai program di bidang kesehatan.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan, peresmian RSB Jepara membuat jumlah Rumah Sehat Baznas yang beroperasi di Jawa Tengah bertambah menjadi lima.
"Dengan diresmikannya RSB di kompleks Pondok Pesantren Balekambang, Kabupaten Jepara, di Provinsi Jawa Tengah sudah ada lima rumah sehat yang beroperasi, sedangkan secara nasional yang beroperasi ada 35 rumah sehat," kata Sodik.
Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Ketua Baznas Jateng Ahmad Darozi, Ketua Baznas RI periode 2020-2025 Kiai Nur Ahmad, Bupati Jepara Witiarso Utomo, serta Pengasuh Ponpes Balekambang Kiai Muhammad Makmun Abdullah.
Baznas Jajaki Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan
Baznas berencana terus mengembangkan keberadaan Rumah Sehat di berbagai daerah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sementara pembangunan dan operasional fasilitas tersebut selama ini mendapatkan dukungan dari Baznas.
Ke depan, Baznas tengah menjajaki kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar Rumah Sehat Baznas dapat memberikan pelayanan kepada peserta BPJS setelah memenuhi persyaratan dan standar pelayanan yang ditetapkan.
Baznas menargetkan kualitas pengelolaan RSB terus ditingkatkan sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama mampu memenuhi standar pelayanan BPJS.
Sodik berharap RSB Jepara dikelola secara profesional dengan memperkuat kolaborasi dan memanfaatkan sumber daya manusia setempat, termasuk melibatkan para santri.
"Pengelolaan harus lebih profesional, mengembangkan kolaborasi dan memanfaatkan SDM setempat, termasuk santri-santri. Bahkan, dokter-dokternya juga ada yang santri dan hafal Al Quran. Itulah semangat yang kita kembangkan," ungkap Sodik.
Rumah Sehat Baznas tidak hanya diarahkan untuk melayani masyarakat umum dan peserta BPJS, tetapi juga masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan.
Pada periode ini, Baznas akan memberikan dukungan melalui Kartu Sehat Baznas bagi masyarakat yang tidak mendapatkan kepesertaan BPJS.
"Pasiennya bisa pasien umum, pasien BPJS jika nanti sudah memenuhi persyaratan, dan pasien dari mereka yang mendapatkan Kartu Sehat dari Baznas," kata Sodik.
Jawa Tengah Kini Miliki Lima Rumah Sehat Baznas
Sebelum RSB Jepara diresmikan, Rumah Sehat Baznas di Jawa Tengah telah beroperasi di Brebes, Kendal, Sragen, dan Karanganyar.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Baznas karena telah menambah fasilitas pelayanan kesehatan di wilayahnya.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Baznas. Hari ini Jawa Tengah mendapatkan satu tambahan, sehingga bertambah menjadi lima rumah sehat," kata Taj Yasin.
Taj Yasin berharap Rumah Sehat Baznas dapat dikelola dengan baik sehingga memberikan dampak nyata terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Taj Yasin, keberadaan RSB juga berpotensi memberikan manfaat ganda apabila fasilitas tersebut berkembang dengan baik, yakni meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat Baznas melalui penerimaan zakat dari masyarakat.
"Harapannya selain memberikan dampak kesehatan dan kebermanfaatan di tengah-tengah masyarakat, kalau berkembang baik juga akan menambah Baznas. Ada sisihan zakatnya nanti bisa masuk ke Baznas lagi untuk mengembangkan Baznas," ungkap Taj Yasin.
Baznas menargetkan pengembangan Rumah Sehat terus dilakukan di berbagai daerah dengan meningkatkan kualitas pengelolaan, memperluas kolaborasi, serta menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan masyarakat.
- Penulis :
- Shila Glorya



