HOME  ⁄  Nasional

Rekan Indonesia Mengapresiasi Program Prabowo Perkuat Layanan Kesehatan hingga Renovasi 10.000 Puskesmas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rekan Indonesia Mengapresiasi Program Prabowo Perkuat Layanan Kesehatan hingga Renovasi 10.000 Puskesmas
Foto: (Sumber :Seorang anak menyapa petugas Puskesmas Cilandak saat menggelar kegiatan observasi magang kerja bagi anak-anak dengan "Down Syndrome" (ADS) binaan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) dalam rangka memperingati Hari Down Syndrome, Jakarta, Selasa (7/4/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri/am..)

Pantau - Rekan Indonesia mengapresiasi rencana Presiden Prabowo Subianto memperkuat layanan kesehatan melalui renovasi 10.000 Puskesmas, pembangunan dan revitalisasi rumah sakit, serta penambahan tenaga kesehatan di berbagai daerah.

Ketua Umum Rekan Indonesia Agung Nugroho menilai program tersebut menjadi langkah positif untuk memperluas pemerataan akses kesehatan, terutama bagi masyarakat di wilayah yang masih kekurangan fasilitas dan tenaga medis.

"Ini merupakan langkah positif. Negara mulai mendorong pelayanan kesehatan agar semakin dekat dengan masyarakat, terutama di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan fasilitas dan akses," kata Agung dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Pemerintah Targetkan Renovasi 10.000 Puskesmas

Dalam Nota Keuangan RAPBN 2027, Presiden Prabowo menyampaikan rencana renovasi 10.000 Puskesmas di 7.285 kecamatan mulai 2027 dengan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk setiap Puskesmas.

Pemerintah juga menargetkan pembangunan atau renovasi 514 Laboratorium Kesehatan Masyarakat hingga 2030.

Agung mengingatkan peningkatan fasilitas kesehatan harus dibarengi dengan ketersediaan dokter, tenaga kesehatan, obat, alat kesehatan, dan sistem pelayanan yang memadai.

"Yang harus diperbaiki bukan hanya gedungnya. Pemerintah juga harus memastikan ketersediaan dokter, tenaga kesehatan, obat, alat kesehatan, serta sistem pelayanan," ujarnya.

Di tingkat rumah sakit, pemerintah berencana membangun 66 rumah sakit di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.

Sebanyak 20 rumah sakit yang pembangunannya dimulai sejak 2025 disebut telah beroperasi, sementara pemerintah juga menargetkan revitalisasi terhadap 441 RSUD.

Kebutuhan Dokter Masih Menjadi Tantangan

Pemerintah mencatat kebutuhan tambahan tenaga medis mencapai 84.781 dokter umum dan 127.580 dokter gigi yang tersebar di 505 kabupaten dan kota.

Kebutuhan dokter spesialis juga masih mencapai 55.712 orang di 481 kabupaten dan kota.

Agung meminta pembangunan dan revitalisasi fasilitas kesehatan diikuti kepastian anggaran operasional serta pemeliharaan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

Dalam RAPBN 2027, transfer ke daerah direncanakan meningkat dari Rp692,9 triliun pada 2026 menjadi Rp725,5 triliun pada 2027.

"Ukuran keberhasilannya bukan berapa banyak Puskesmas yang direnovasi atau RSUD yang dibangun, tetapi apakah masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, berkualitas dan terjangkau," kata Agung.

Penulis :
Aditya Yohan