HOME  ⁄  Nasional

Kongres Penyakit Infeksi Anak Soroti Ancaman Resistensi Antimikroba di Asia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kongres Penyakit Infeksi Anak Soroti Ancaman Resistensi Antimikroba di Asia
Foto: (Sumber :Suasana penyelenggaraan 2th Asian Congress of Pediatric Infectious Diseases (ACPID) 2026 di Bandung, Jawa Barat pada Jumat (14/8/2026). (ANTARA/HO-IDAI).)

Pantau - Ancaman penyakit infeksi pada anak yang semakin kompleks menjadi perhatian utama dalam 12th Asian Congress of Pediatric Infectious Diseases (ACPID) 2026 yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, pada 14-16 Agustus 2026.

Ketua Panitia ACPID 2026 sekaligus Ketua IDAI Cabang Jawa Barat Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp. IPT(K) mengatakan kongres membahas sejumlah persoalan kritis, termasuk resistensi antimikroba.

"Kongres ini akan menyoroti isu-isu mendesak seperti penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin (VPD), penyakit tropis terabaikan (NTD), penyakit emerging dan re-emerging, serta ancaman serius dari resistansi antimikroba," ujar Anggraini dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (15/8).

Menurut Anggraini, berbagai persoalan tersebut membutuhkan penguatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam tata laksana infeksi pada anak.

Program ilmiah ACPID 2026 dirancang untuk memberikan wawasan dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan peserta di negara masing-masing.

Penanganan Infeksi Anak Perlu Pendekatan Menyeluruh

Ketua Unit Kerja Koordinasi Infeksi dan Penyakit Tropis IDAI Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo, Sp.A, Subsp. IPT(K) menyebut penanganan penyakit infeksi tidak hanya berkaitan dengan aspek medis.

Upaya tersebut juga mencakup pencegahan, pengendalian infeksi, dan pengelolaan sumber daya.

Pendekatan One Health dan manajemen nutrisi dinilai perlu diintegrasikan dalam penanganan penyakit infeksi untuk membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan menyeluruh.

Ketua Pengurus Pusat IDAI Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio(K) mengatakan negara-negara Asia memiliki tantangan tersendiri dalam menangani penyakit infeksi pada anak.

Kondisi tersebut membuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarnegara diperlukan untuk memperkuat penanganan penyakit infeksi.

Kongres Dorong Imunisasi dan Penguatan Surveilans

ACPID 2026 juga diharapkan memperkuat surveilans penyakit, mempercepat program imunisasi, serta meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani kasus infeksi yang kompleks.

Penyelenggaraan kongres menjadi bagian dari kolaborasi IDAI dengan pemerintah dalam program imunisasi dan penanganan penyakit infeksi pada anak.

IDAI Cabang Jawa Barat selama ini juga rutin berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dalam edukasi dan pelayanan imunisasi untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap.

ACPID 2026 merupakan kongres ilmiah internasional yang mempertemukan pakar penyakit infeksi anak dari berbagai negara Asia untuk berbagi pengetahuan, penelitian, dan perkembangan terbaru di bidang kedokteran anak.

Kongres yang diselenggarakan IDAI bersama ASPID dan IDAI Cabang Jawa Barat itu diikuti lebih dari 1.000 peserta serta menghadirkan lebih dari 100 pembicara nasional dan internasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf