
Pantau - Komisi VI DPR RI menekankan keberhasilan program strategis Astacita Presiden Prabowo Subianto bergantung pada penerapan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance serta kemampuan pelaksana di kementerian, lembaga, dan BUMN.
Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini menyampaikan penekanan tersebut menjelang Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Komisi VI menilai visi dan sejumlah langkah yang dirancang Presiden telah diarahkan untuk menjawab tantangan ekonomi nasional, tetapi pelaksanaannya di lapangan masih membutuhkan pengawalan ketat.
DPR Soroti Eksekusi Program MBG
Anggia mencontohkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pengawasan terhadap rantai pasok bahan baku seperti beras, telur, susu, dan daging.
Menurut Komisi VI, kebutuhan bahan baku program tersebut perlu menyerap produk koperasi dan UMKM lokal agar manfaat ekonominya tidak hanya dinikmati korporasi besar maupun bergantung pada barang impor.
Anggia menilai regulasi yang telah tersedia tidak akan menghasilkan dampak maksimal tanpa kemampuan dan akuntabilitas pejabat yang menjalankannya.
"Yang paling penting adalah good governance. Aturan sudah ada dan regulasi tertata rapi, tinggal bagaimana pemerintah memastikan yang menjalankan di lapangan memang benar-benar bisa. Saya sangat setuju dengan beberapa diagnosa yang dilakukan oleh Presiden, seperti Makanan Bergizi Gratis atau penyehatan BUMN, tapi ini harus diimbangi dengan pengawalan ketat pada tingkat eksekusinya," ujar Anggia.
RAPBN 2027 Didorong Perkuat Ekonomi Daerah
Terkait arah belanja negara dalam RAPBN 2027, Anggia mendorong pemerintah memberikan porsi anggaran lebih signifikan untuk menggerakkan perekonomian di daerah.
Komisi VI meminta kebijakan belanja pemerintah diarahkan untuk membantu UMKM naik kelas sekaligus memperkuat permodalan koperasi sebagai salah satu pilar perekonomian daerah.
"Arah ekonomi yang bergerak di lapangan atau di daerah itu harus mengarah ke sana. UMKM naik kelas dan Koperasi berjalan dengan baik. Koperasi itu penting sekali untuk menopang ketahanan ekonomi rakyat di daerah," tegas Anggia.
Penguatan UMKM dan koperasi tersebut diharapkan membuat pelaksanaan program Astacita sekaligus belanja pemerintah memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.
- Penulis :
- Aditya Yohan



