HOME  ⁄  Nasional

Mapala UI Kembangkan Wisata Dirgantara dan Dorong Ekonomi Desa di Maluku

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Mapala UI Kembangkan Wisata Dirgantara dan Dorong Ekonomi Desa di Maluku
Foto: Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) mengembangkan potensi pariwisata dirgantara sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa Maluku, Maluku, Minggu (16/8/2026).

Pantau - Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) mengembangkan potensi wisata dirgantara sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa melalui dua program di Maluku dan Maluku Utara.

Program tersebut meliputi Ekspedisi Paralayang Fly The Spice Islands di Maluku Utara dan kegiatan pengabdian masyarakat Universitas Indonesia Membangun Nusa (UIMN) di Desa Wailulu, Maluku Tengah.

“Kedua program ini menjadi representasi semangat bertualang anak muda sekaligus wujud kontribusi mahasiswa untuk masyarakat,” kata Ketua Mapala UI Salman Muzhaffar di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Mapala UI Terbang dari Puncak Gunung Gamalama

Sebanyak 10 anggota Mapala UI mengikuti ekspedisi Fly The Spice Islands dengan menyusuri jejak Jalur Rempah melalui penerbangan paralayang dari sejumlah gunung di Maluku Utara.

Rute ekspedisi tersebut mencakup Gunung Gamalama, Gamkonora, dan Woka dengan menggunakan metode hike and fly atau mendaki gunung terlebih dahulu sebelum terbang dari puncak.

Tim Mapala UI pada 8 Agustus 2026 berhasil melakukan penerbangan pertama yang terdokumentasi dari puncak Gunung Gamalama.

Ekspedisi tersebut ditujukan untuk menghasilkan rekomendasi pengembangan pariwisata dirgantara sekaligus membuka peluang wisata minat khusus di Maluku Utara.

Mapala UI Dorong Kelapa Wailulu Jadi Produk Bernilai Tambah

Sebanyak 11 anggota Mapala UI melalui program UIMN juga mendampingi masyarakat Desa Wailulu, Maluku Tengah, untuk mengembangkan potensi komoditas kelapa.

Desa Wailulu memiliki potensi panen kelapa sekitar 30 ton, tetapi sebagian besar hasilnya selama ini diolah menjadi kopra dengan harga yang bergantung pada kondisi pasar dan tengkulak.

Mapala UI kemudian memperkenalkan pengolahan kelapa menjadi tepung kelapa sebagai produk yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar lebih luas.

Program pendampingan mencakup sosialisasi, praktik produksi, pengembangan produk pangan, pembentukan komunitas kerja, serta penyerahan aset produksi kepada masyarakat.

“Kami berharap setelah kegiatan ini selesai, hasilnya juga terus berjalan dan tepung kelapa menjadi salah satu produk unggulan Negeri Wailulu,” kata Raja Negeri Wailulu Muslim Tounussa.

Penulis :
Gerry Eka