
Pantau - Borobudur Beyond Tourism Expo (BBTE) 2026 akan mempertemukan ratusan pelaku industri pariwisata di Kota Magelang, Jawa Tengah, pada 25-28 Oktober 2026 untuk memperkuat bisnis pariwisata, khususnya di kawasan Borobudur.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah Hanung Triyono mengatakan kegiatan tersebut memiliki nilai strategis bagi pengembangan kawasan Borobudur dan sektor pariwisata Jawa Tengah.
"BBTE 2026 digelar karena memiliki nilai strategis dalam memperkuat kawasan Borobudur dan pariwisata Jawa Tengah," kata Hanung di Semarang, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan Business to Business (B2B) pariwisata itu juga dinilai sejalan dengan konsep aglomerasi global Provinsi Jawa Tengah.
Borobudur Didorong Menjadi Penghubung Destinasi
Hanung menjelaskan Borobudur tidak hanya diposisikan sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat yang menghubungkan berbagai potensi pariwisata Jawa Tengah.
Pengembangan tersebut dilakukan melalui konektivitas, kolaborasi, dan penguatan kawasan sebagai satu ekosistem ekonomi.
Ketua Panitia BBTE 2026 Sugeng Sugiantro mengatakan kegiatan tersebut berfokus menciptakan penjajakan kerja sama bisnis dan transaksi nyata di industri pariwisata.
“Kami ingin buyers datang bukan hanya untuk melihat Borobudur, tetapi melakukan 'business matching', membangun networking dan membuka kerja sama," katanya.
BBTE 2026 mengusung konsep yang mencakup potensi destinasi, keramahan, MICE atau pertemuan, insentif, konvensi dan pameran, serta ekonomi kreatif Jawa Tengah.
Panitia Targetkan 200 Pembeli dan 100 Penyedia Jasa
Panitia menargetkan sekitar 200 pembeli dan 100 penjual atau penyedia jasa sektor pariwisata menghadiri pertemuan bisnis tersebut.
Pertemuan itu diharapkan menjadi titik baru bagi pengembangan industri pariwisata dan MICE di Jawa Tengah.
Group CEO RajaMICE Panca Rudolf Sarungu mengatakan BBTE 2026 dirancang tidak sebatas menjadi pameran, tetapi sebagai wadah untuk mempertemukan pelaku pasar dengan produk pariwisata Indonesia.
"BBTE diharapkan menjadi platform bisnis yang mempertemukan pasar dengan produk Indonesia," katanya.
- Penulis :
- Gerry Eka



