
Pantau - Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan berhasil memadamkan dua kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Hutan Lindung Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.
Pemadaman dilakukan selama dua hari pada Jumat (14/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) setelah personel Manggala Agni dikerahkan untuk menangani peningkatan ancaman karhutla di tengah musim kemarau ekstrem.
“Atas permintaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Babel, kami mengerahkan satu tim untuk membantu pemadaman karhutla selama musim kemarau ekstrem ini,” kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kemenhut Ferdian Krisnanto di Pangkalpinang, Minggu (16/8/2026).
Kebakaran Gambut Meluas hingga Dua Hektare
Kebakaran yang ditangani pada Jumat terjadi di Desa Mapur dengan luas lahan terdampak sekitar 0,5 hektare.
Karhutla kembali terjadi di kawasan yang sama pada Sabtu dan menyebabkan luas lahan terbakar bertambah sekitar dua hektare.
Kebakaran kedua tersebut merupakan kebakaran permukaan dan bawah karena lahan yang terbakar berupa lahan gambut.
“Tim Manggala Agni mendapatkan informasi, langsung merespons dan melaksanakan pemadaman darat di lokasi Desa Mapur tersebut, untuk mencegah kebakaran yang lebih besar di daerah itu,” ujarnya.
Manggala Agni mengerahkan satu mobil angkut personel, satu mobil air tedmon, satu collapsible tank, dua pompa jinjing, serta sejumlah peralatan tangan untuk memadamkan api.
“Saat ini kondisi eskalasi kenaikan karhutla juga terjadi di Bangka dan beberapa waktu lalu terlihat dari citra satelit. Salah satu penghasil asap Sumatera juga dari Bangka,” katanya.
Manggala Agni Ingatkan Warga Tidak Membakar Lahan
Manggala Agni bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bangka selama beberapa tahun terakhir telah menjalankan penanganan karhutla melalui patroli serta pembentukan dan pembinaan Masyarakat Peduli Api di sejumlah desa rawan kebakaran.
“Kami mengirimkan satu tim personel dari Daops Manggala Agni Banyuasin Sumsel untuk membantu dan saat ini masih melaksanakan operasi,” katanya.
Ferdian mengingatkan kondisi kemarau yang disertai El Nino kuat membuat wilayah tersebut sangat rawan mengalami kebakaran sehingga masyarakat diminta tidak membuka lahan atau kebun dengan cara membakar.
“Kami mengimbau masyarakat tidak membakar lahan, kalau bisa jangan membakar sampah di tempat tempat rawan dan meninggalkan api yang masih menyala. Jangan sampai perilaku kita merugikan dan merusak alam ini,” katanya.
- Penulis :
- Gerry Eka



