
Pantau - Tiga warga binaan tindak pidana terorisme di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, dipercaya menjadi pasukan pengibar bendera dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Ketiga warga binaan tersebut berinisial MH, EF, dan AM yang saat ini berada dalam tahapan pembinaan berbeda.
AM telah menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sedangkan EF dan MH masih menuju proses ikrar NKRI.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang Syarpani mengatakan keterlibatan ketiganya dalam pengibaran Merah Putih menjadi bagian dari proses pembinaan untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan nilai kebangsaan.
"Perubahan warga binaan tindak pidana terorisme tidak cukup berhenti pada pernyataan formal, tetapi harus tumbuh menjadi kesadaran yang tercermin dalam sikap dan tindakan," kata Syarpani.
Pengibaran Merah Putih Jadi Bagian Pembinaan
Syarpani menjelaskan proses kembalinya warga binaan terorisme kepada NKRI tidak hanya diukur melalui pernyataan formal, tetapi juga melalui perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
"Kembali kepada NKRI bukan sekadar pernyataan, tetapi sebuah proses. Ketika nilai kebangsaan tumbuh dan diwujudkan melalui kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, serta kemauan memberikan manfaat kepada orang lain, di situlah pembinaan menemukan maknanya," jelas Syarpani.
Menurut Syarpani, pembinaan terhadap warga binaan tindak pidana terorisme dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan aspek kebangsaan, keagamaan, pendidikan, dan sosial.
"Perubahan tidak hanya dilihat dari ikrar yang diucapkan, tetapi juga dari kesediaan menjalani proses dan mengambil peran positif dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.
Lapas Cipinang menjalankan pembinaan secara konsisten untuk memberikan ruang kepada warga binaan memperbaiki diri sekaligus mempersiapkan proses reintegrasi sosial.
"Sebab kembali kepada Indonesia bukan hanya tentang sebuah ikrar, tetapi bagaimana nilai kebangsaan kembali hidup dalam sikap, pilihan, dan tindakan," katanya.
MH Ingin Buktikan Komitmen Lewat Perbuatan
MH mengatakan kepercayaan menjadi bagian dari pengibar Merah Putih menjadi momentum untuk meneguhkan kembali nilai kebangsaan setelah menjalani pembinaan dan menuju proses ikrar setia kepada NKRI.
"Bagi saya, bisa berdiri bersama teman-teman dan ikut mengibarkan Merah Putih memiliki makna yang dalam. Saya pernah berada pada jalan yang keliru. Setelah menjalani pembinaan, saya ingin membuktikan komitmen itu melalui sikap dan perbuatan, serta nantinya kembali memberikan manfaat kepada masyarakat," kata MH.
Sementara itu, ibu EF berinisial ESE menyebut perubahan anaknya mulai terlihat dari kesadaran pribadi, termasuk keterlibatannya sebagai relawan pendidikan di PKBM Warga Mandiri Lapas Cipinang.
"Sebagai ibu, saya terharu dan bangga mendengar EF dipercaya menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera Merah Putih. Saya juga senang mengetahui sekarang dia mau membantu kegiatan pendidikan," ujar ESE.
ESE berharap proses tersebut menjadi jalan bagi EF untuk terus berubah menjadi lebih baik dan kelak kembali kepada keluarga serta masyarakat sebagai orang yang bermanfaat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



