
Pantau - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK telah menyalurkan santunan sekitar Rp3,5 triliun kepada sekitar 385.000 penerima manfaat di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng-DIY) hingga Juli 2026.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DIY, Cahyaning Indriasari, mengatakan santunan tersebut berasal dari berbagai program jaminan sosial ketenagakerjaan.
"Santunan untuk wilayah Jateng dan DIY sampai Juli 2026 kita sudah menyerahkan kepada 385.000 penerima, dengan kurang lebih sebesar Rp3,5 triliun," kata Cahyaning.
Santunan yang diberikan mencakup manfaat program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), hingga manfaat beasiswa.
Penerima Santunan Dibekali Pelatihan Usaha dan Keuangan
Selain menyalurkan santunan, BPJS Ketenagakerjaan memberikan pelatihan kepada sejumlah penerima manfaat, termasuk ahli waris dan mahasiswa penerima beasiswa, melalui program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Berkelanjutan (PEKA).
Program tersebut mengusung tema "Bangkit Merajuk Kemandirian, Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan".
Cahyaning mengatakan pelatihan dirancang secara praktis karena banyak penerima santunan telah memiliki usaha, tetapi masih menghadapi kendala dalam memasarkan produk.
"Pelatihan yang kami berikan ini pelatihan yang praktis. Kan kebanyakan, dari santunan-santunan yang diberikan, memang sudah banyak yang sudah punya usaha, cuma belum tahu bagaimana untuk memasarkan usahanya," kata Cahyaning.
Dalam program pemberdayaan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan edukasi mengenai perencanaan keuangan kepada peserta.
Edukasi itu ditujukan agar penerima manfaat mampu mengelola dan menentukan penggunaan uang santunan secara tepat sehingga dana yang diterima tidak cepat habis.
BPJS Ketenagakerjaan juga menggandeng marketplace dan e-commerce untuk memberikan pemahaman mengenai pemasaran produk secara digital.
"Kemudian juga menggandeng marketplace dan e-commerce. Nah, sebetulnya untuk Jateng dan DIY itu dengan sekarang ini yang keempat kali, di Semarang sudah kedua kali, kemudian di Yogyakarta juga hari ini sudah yang kedua," kata Cahyaning.
Program PEKA telah diselenggarakan sebanyak empat kali di wilayah Jateng-DIY, yakni dua kali di Semarang dan dua kali di Yogyakarta.
Dalam pelatihan sebelumnya di Yogyakarta, sebanyak 25 ahli waris mendapatkan pembekalan mengenai cara memasarkan produk melalui marketplace.
Dari jumlah tersebut, sembilan peserta telah berhasil memasarkan produknya melalui marketplace.
BPJS Ketenagakerjaan Dorong Pemasaran Digital
BPJS Ketenagakerjaan berharap usaha yang telah dimiliki para penerima manfaat dapat terus berkembang melalui pemasaran digital dan penjualan secara daring.
Pemasaran daring menjadi salah satu alternatif untuk menekan biaya usaha karena membuka toko fisik, termasuk menyewa rumah toko atau ruko, membutuhkan biaya relatif besar.
"Jadi harapan kami nanti usaha yang sudah dimiliki oleh mereka ini mereka sudah bisa memasarkan secara digital, karena kalau sewa ruko (rumah toko) dan sebagainya itu mahal ya. Jadi, mereka sudah bisa pasarkan online," kata Cahyaning.
Pelatihan terbaru di Yogyakarta diikuti 30 peserta yang terdiri atas mahasiswa penerima beasiswa dan ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Para ahli waris memperoleh manfaat karena orang tua mereka sebelumnya terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sehingga perlindungan program turut memberikan manfaat kepada keluarga.
BPJS Ketenagakerjaan juga memperkenalkan berbagai program kepada peserta agar mereka memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebelum memasuki dunia kerja.
Peserta turut ditawarkan sejumlah kegiatan untuk memperoleh pengalaman kerja, antara lain menjadi penggerak jaminan sosial atau agen Perisai.
"Makanya kita sampaikan program kita apa, supaya mereka kenal BPJS agar terlindungi seperti orang tuanya. Kita coba tawarkan beberapa kegiatan misalnya menjadi penggerak jaminan sosial, agen perisai supaya mereka mulai latihan bekerja dari sekarang sebelum masuk dunia kerja," kata Cahyaning.
- Penulis :
- Leon Weldrick



