
Pantau - Wakil Kanselir Jerman Lars Klingbeil menyerukan Uni Eropa mempertimbangkan secara serius pemberian sanksi kepada Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir terkait pernyataannya mengenai warga Palestina di Jalur Gaza.
Klingbeil menyampaikan desakan tersebut dalam wawancara dengan penyiar Sat.1 pada Selasa (18/8/2026), sebagaimana dilaporkan Der Spiegel.
Ia mengutuk pernyataan terbaru Ben-Gvir yang menyerukan pembunuhan terarah terhadap warga Palestina di Gaza dan meminta adanya konsekuensi serius.
Klingbeil Sebut Pernyataan Ben-Gvir Tidak Berperikemanusiaan
Klingbeil menggambarkan perilaku Ben-Gvir sebagai "tidak berperikemanusiaan."
Ia menyatakan solidaritas terhadap Israel, tetapi menegaskan tidak berdiri dalam solidaritas dengan "menteri semacam itu."
Ben-Gvir sebelumnya menyerukan peningkatan serangan udara di Jalur Gaza dan meminta Israel membunuh "30 hingga 40" warga Palestina setiap hari.
Ben-Gvir juga terus menyerukan penempatan kembali warga Israel di wilayah kantong Palestina dengan mengorbankan penduduk asli.
Politikus Jerman Dorong Larangan Masuk dan Sanksi Eropa
Pemimpin bersama Partai Hijau Jerman Franziska Brantner turut menyerukan larangan masuk bagi Ben-Gvir.
"Saya mendesak pemerintah Jerman untuk memberlakukan larangan masuk terhadap pria ini dan mendorong agar sanksi serupa diberlakukan di tingkat Eropa," ujar Brantner kepada Politico.
Pada Senin (17/8/2026), juru bicara kebijakan luar negeri kelompok parlemen Uni Demokrat Kristen/Uni Sosial Kristen (CDU/CSU), Jurgen Hardt, juga menyerukan Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap Ben-Gvir.
Desakan Hardt muncul menyusul pernyataan Ben-Gvir yang mendukung pembunuhan puluhan warga Palestina di Gaza setiap malam.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




