
Pantau - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan sertifikasi Approved Maintenance Organization (AMO) kepada PT Batam Aero Engine (BAE), sehingga perawatan dan perbaikan mesin pesawat udara kini dapat dilakukan di Batam, Kepulauan Riau.
Sertifikat bernomor AMO 145D111 tersebut memberikan kewenangan kepada PT BAE untuk melakukan perawatan dan perbaikan mesin pesawat serta Auxiliary Power Unit (APU).
Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Sokhib Al Rokhman mengatakan penerbitan sertifikat tersebut menunjukkan PT BAE telah memenuhi persyaratan dalam regulasi keselamatan penerbangan sipil.
“Hari ini kita bersyukur dapat meresmikan terbitnya sertifikat AMO 145D111. Penerbitan sertifikat ini mengafirmasikan bahwa PT Batam Aero Engine telah memenuhi seluruh persyaratan keselamatan, kualitas dan standar kelaikudaraan,” kata Sokhib.
Perkuat Kemandirian Perawatan Pesawat di Dalam Negeri
Menurut Kemenhub, keberadaan fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO) di dalam negeri memiliki peranan penting dalam memperkuat kemandirian industri penerbangan nasional.
Selama ini, sebagian pekerjaan perawatan komponen dan mesin pesawat udara Indonesia masih harus dilakukan di luar negeri.
Dengan berkembangnya fasilitas MRO dalam negeri, pemerintah ingin semakin banyak pekerjaan perawatan pesawat dapat dilakukan di Indonesia.
“Kita harus merdeka untuk melakukan perawatan airframe 100 persen dalam negeri. Ini dimulai oleh dengan fasilitas BAE di Batam Aero Technic,” kata Sokhib.
PT Batam Aero Engine merupakan bagian dari ekosistem MRO Batam Aero Technic (BAT) milik Lion Group yang berlokasi di kawasan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau.
Presiden Direktur Lion Group sekaligus Direktur Utama PT Batam Teknik/Batam Aero Technic Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan BAE secara khusus mempunyai kemampuan menangani perawatan mesin pesawat dan APU.
“Semua fasilitas MRO itu sama, tapi pesawat kan banyak komponennya. BAE ini khusus mesin pesawat dan APU,” ungkap Daniel.
Menurut Daniel, sertifikasi dari Kemenhub memungkinkan mesin pesawat yang sebelumnya harus dikirim ke luar negeri untuk menjalani perawatan kini dapat ditangani di Batam.
“Sehingga yang biasanya mesin-mesin pesawat ini dirawat di luar, Batam Aero Engine sudah mempunyai kapabilitas untuk bisa dilaksanakan di Indonesia, khususnya di Batam,” kata Daniel.
Keberadaan BAE berpotensi mengurangi kebutuhan pengiriman mesin pesawat ke luar negeri sekaligus menekan devisa yang selama ini keluar untuk kebutuhan perawatan pesawat.
Fasilitas tersebut juga membuka peluang mendatangkan devisa apabila maskapai asing menggunakan layanan perawatan dan perbaikan yang tersedia di Batam.
Industri MRO Berpotensi Beri Efek Berganda bagi Ekonomi Batam
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad mengatakan pengembangan industri MRO dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja.
Saat ini, jumlah pekerja di lingkungan Batam Aero Technic mencapai sekitar 5.000 orang.
“Pengembangan yang dilakukan oleh Batam Aero Technic akan memberi multiplier effect kepada Batam. Karyawan yang direkrut otomatis memiliki skill, mendapatkan gaji sesuai kompetensi dan standar. Ini akan memberi efek ganda terhadap ekonomi Batam dalam sektor konsumsi rumah tangga misalnya,” kata Amsakar.
Menurut Amsakar, tenaga kerja yang direkrut akan memiliki keterampilan serta memperoleh penghasilan sesuai kompetensi dan standar yang berlaku.
Penghasilan para pekerja tersebut selanjutnya dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian Batam, salah satunya melalui peningkatan konsumsi rumah tangga.
- Penulis :
- Leon Weldrick



