HOME  ⁄  Nasional

Tito Pastikan Pelayanan Pelabuhan Laurentius Say Tetap Normal Pascagempa Sikka

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Tito Pastikan Pelayanan Pelabuhan Laurentius Say Tetap Normal Pascagempa Sikka
Foto: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan pengecekan kondisi sarana dan aktivitas pelayanan pascagempa di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (sumber: Kemendagri)

Pantau - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memastikan operasional Pelabuhan Laurentius Say di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, tetap berjalan meski sejumlah bagian bangunan terdampak gempa yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan Kepala Syahbandar, keberlangsungan operasional pelabuhan didukung sistem digitalisasi yang telah dilengkapi mekanisme cadangan atau backup.

"Dan keterangan dari Pak Kepala Syahbandar ini operasional tetap berjalan. Kan ada sistem digitalisasinya sudah punya backup. Jadi dapat dialihkan ketika ada internet di tempat sementara," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dalam kunjungannya, Tito bersama jajaran juga menerima dan menyimak laporan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengenai kondisi bangunan Pelabuhan Laurentius Say setelah gempa.

Meski beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan, aktivitas pelayanan termasuk embarkasi dan debarkasi di Pelabuhan Laurentius Say telah kembali berjalan normal.

Tito mengapresiasi jajaran Kementerian Perhubungan, Syahbandar, dan otoritas pelabuhan yang mampu menjaga pelayanan tetap berlangsung di tengah kondisi pascagempa.

Struktur Pelabuhan Akan Di­asesmen

Kendati operasional telah kembali normal, pemerintah masih mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil masih berpotensi terjadi dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Potensi tersebut membuat keamanan struktur bangunan Pelabuhan Laurentius Say menjadi salah satu hal yang perlu dipastikan sebelum penanganan kerusakan dilakukan lebih lanjut.

Kementerian Pekerjaan Umum akan melakukan asesmen terhadap bangunan pelabuhan setelah kondisi gempa benar-benar stabil untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus menentukan langkah penanganannya.

"Apakah strukturnya masih kuat atau tidak. Kalau strukturnya masih kuat, maka tinggal pembangunan dinding, interior, atap, dan lain-lain. Tapi kalau strukturnya tidak kuat, ya mau nggak mau harus dibongkar supaya strukturnya betul-betul kokoh," ujar Tito.

Apabila struktur utama masih dinyatakan kuat, penanganan dapat difokuskan pada perbaikan dinding, interior, atap, dan bagian bangunan lainnya.

Namun, bagian bangunan harus dibongkar dan dibangun kembali apabila hasil asesmen menunjukkan struktur utamanya sudah tidak kuat.

Pemerintah Pusat Kerahkan Bantuan

Tito menyampaikan keprihatinan atas tiga korban jiwa akibat gempa serta memastikan pemerintah pusat terus hadir bersama masyarakat terdampak dan mengoptimalkan penanganan pascabencana.

Kehadiran jajaran pemerintah pusat di NTT merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo agar para menteri dan kepala lembaga negara turun langsung ke wilayah terdampak bencana.

Sejumlah pejabat dan unsur pemerintah pusat telah berada di wilayah terdampak, termasuk Kepala BNPB, Wakil Menteri Kesehatan, dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum.

Tito juga mendapat informasi bahwa Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan akan datang ke wilayah tersebut.

"Saya lihat sudah banyak sekali kekuatan yang datang ke sini. Kepala BNPB sudah ada di sini, Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri PU, dan saya dapat informasi siang ini Menko Pangan Bapak Zulkifli Hasan juga akan di sini. Kita semua kroyokan untuk membantu," kata Tito.

Selain menangani kerusakan infrastruktur, pemerintah mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa bahan pangan, air minum, pasokan listrik, hingga jaringan komunikasi.

Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis masyarakat karena sebagian warga masih mengalami trauma dan memilih tinggal di luar rumah akibat khawatir terhadap gempa susulan.

Tito meminta masyarakat yang masih takut tidak dipaksakan kembali ke rumah selama kondisi belum benar-benar stabil, sementara pemerintah daerah diminta memastikan warga mendapatkan bantuan dan perlindungan selama masa tanggap darurat.

"Jadi kalau masyarakat memang ada yang tidur di luar, ya tentu kita harus bantu dan kita tolong. Kita jangan paksa mereka masuk ke dalam. Karena ini gempa sebulan bisa saja terjadi," tutur Tito.

Penulis :
Arian Mesa