HOME  ⁄  Nasional

Baznas Mengkaji Reorientasi Pengelolaan Muzaki untuk Tingkatkan Kepercayaan Publik terhadap ZIS

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Baznas Mengkaji Reorientasi Pengelolaan Muzaki untuk Tingkatkan Kepercayaan Publik terhadap ZIS
Foto: Pimpinan Bidang Pengumpulan Baznas RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan (sumber: Baznas RI)

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI sedang mengkaji reorientasi pengelolaan muzaki melalui strategi pengumpulan dana berbasis nilai atau value-driven fundraising untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).

Strategi tersebut diarahkan untuk mengubah paradigma mobilisasi dana ZIS agar tidak hanya berorientasi pada besarnya nominal yang berhasil dihimpun, tetapi juga memperhatikan dampak, manfaat, kualitas pelayanan, serta hubungan jangka panjang dengan muzaki.

Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan mengatakan pengelolaan muzaki yang baik dapat memberikan dampak terhadap peningkatan penghimpunan dana ZIS.

"Kalau kita bisa mengelola muzaki dengan baik, maka insyaallah penghimpunan kita juga akan naik karena basisnya adalah value driven, bagaimana fundraising berbasis nilai yang menciptakan dampak dan kemanfaatan satu sama lain. Antara muzaki, antara amil, antara mustahik, dan antara publik atau stakeholder zakat yang lainnya," kata Rizaludin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Pendekatan berbasis nilai tersebut ditujukan untuk menciptakan dampak dan manfaat yang saling berkaitan antara muzaki, amil, mustahik, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan zakat lainnya.

Baznas Memperkuat Pengumpulan ZIS melalui Empat Pilar

Baznas memperkuat pendekatan pengumpulan dana berbasis nilai melalui empat pilar utama yang mencakup Dakwah Zakat, Impact Zakat, Management Muzaki, dan Engagement Muzaki.

Dakwah Zakat menjadi pilar untuk memperkuat pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai zakat.

Sementara itu, Impact Zakat menekankan dampak yang dihasilkan dari proses pengelolaan dan penyaluran zakat kepada penerima manfaat.

Adapun Management Muzaki berfokus pada pengelolaan hubungan dengan para muzaki, sedangkan Engagement Muzaki diarahkan untuk memperkuat keterlibatan dan hubungan berkelanjutan dengan muzaki.

Melalui empat pilar tersebut, Baznas tidak hanya mengejar target angka penghimpunan dana ZIS, tetapi juga berupaya membangun ekosistem pengelolaan zakat yang berbasis nilai dan perubahan.

Rizaludin menilai pengelolaan hubungan dengan muzaki secara terstruktur dan konsisten telah memberikan hasil konkret, salah satunya terlihat dari peningkatan tingkat retensi muzaki Baznas.

Menurut dia, tingkat retensi muzaki yang sebelumnya berada pada angka 17 persen meningkat secara signifikan menjadi 80 persen setelah strategi pengelolaan tersebut diterapkan.

Transformasi Layanan Baznas Mendorong Retensi Muzaki

Selain memperbaiki pengelolaan muzaki, Baznas melakukan transformasi kualitas layanan kepada masyarakat untuk memperkuat kepercayaan dan keberlanjutan penghimpunan ZIS.

Konsistensi transformasi layanan tersebut turut mengantarkan Baznas mempertahankan predikat Top Brand Award kategori Lembaga Zakat & Amal selama lima tahun berturut-turut pada periode 2022 hingga 2026.

Baznas juga mendapatkan berbagai penghargaan di bidang Customer Service Quality & Customer Service Champions.

"Kita perbaiki pelayanan ini dan Baznas menjadi top di nasional bicara tentang customer service, bicara tentang customer experience, dan juga bicara tentang transformasi pelanggan," ujar Rizaludin.

Kepala Divisi Layanan Muzaki Korporasi Baznas RI Hafiza Elvira menekankan lembaga pengelola zakat tidak cukup hanya berfokus pada strategi penggalangan dana, tetapi juga perlu mengelola hubungan dengan muzaki secara efektif.

Menurut Hafiza, pengelolaan muzaki yang dilakukan secara terencana dan efektif dapat meningkatkan kemungkinan donatur kembali memberikan donasi.

"Salah satu riset juga menyebutkan pengelolaan muzaki yang efektif itu bisa meningkatkan retensi muzaki atau orang-orang yang berdonasi kembali, sebesar 41 hingga 68 persen," ucap Hafiza.

Baznas secara keseluruhan ingin menggeser pendekatan penghimpunan ZIS dari sekadar mengejar target nominal menuju pengelolaan berbasis nilai, dampak, kualitas pelayanan, dan hubungan jangka panjang dengan muzaki untuk memperkuat kepercayaan publik.

Penulis :
Shila Glorya