
Pantau - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengusulkan pembentukan kelompok kerja (Pokja) pembangunan ekonomi dalam rencana Desk Koordinasi Aceh untuk memperkuat penanganan kemiskinan, pengangguran, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Usulan itu disampaikan Fadhlullah saat mengikuti rapat perdana mengenai rencana pembentukan Desk Koordinasi Aceh yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) secara hibrida.
"Desk koordinasi Aceh ini sangat bagus untuk pembangunan ekonomi Aceh. Kita berterima kasih kepada Bapak Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago," kata Fadhlullah.
Pokja Ekonomi Diharapkan Fokus Tangani Kemiskinan dan Pengangguran
Fadhlullah menginginkan adanya tim dalam Desk Koordinasi Aceh yang secara khusus berfokus pada pembangunan ekonomi, penanganan kemiskinan dan pengangguran, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pembentukan Pokja pembangunan ekonomi dinilai diperlukan agar berbagai persoalan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh dapat ditangani secara lebih terarah dan fokus.
Keberadaan Pokja tersebut juga diharapkan dapat mempercepat berbagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.
Desk Koordinasi Aceh sendiri direncanakan menjadi wadah koordinasi antara berbagai kementerian dan lembaga pemerintah pusat dengan Pemerintah Aceh dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta menangani berbagai isu strategis di daerah.
Menurut Fadhlullah, keberadaan desk tersebut diharapkan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh, termasuk dalam meningkatkan kemampuan deteksi dini dan pencegahan terhadap berbagai persoalan.
Desk Koordinasi Aceh juga dirancang berperan dalam penanganan, pemantauan, dan evaluasi terhadap berbagai persoalan strategis di Aceh.
Ruang lingkup koordinasinya mencakup stabilitas politik dan keamanan, penguatan tata kelola pemerintahan, pelaksanaan kekhususan dan otonomi khusus Aceh, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, serta pelayanan dasar.
Struktur dan Mekanisme Kerja Masih Disempurnakan
Fadhlullah mengatakan kementerian dan lembaga yang mengikuti pembahasan pada prinsipnya mendukung rencana pembentukan Desk Koordinasi Aceh.
Namun, konsep pembentukan desk tersebut masih perlu disempurnakan, terutama terkait struktur, keanggotaan, pembagian tugas, dan mekanisme kerja agar dapat berfungsi secara efektif.
"Termasuk penetapan personel kementerian/lembaga dan unsur Pemerintah Aceh, agar pelaksanaan Desk Koordinasi Aceh berjalan efektif dan tidak tumpang tindih dengan kewenangan yang telah ada," ujar Fadhlullah.
Penetapan personel dari kementerian, lembaga, dan Pemerintah Aceh dinilai penting untuk memperjelas pembagian kewenangan sekaligus mencegah tumpang tindih dengan struktur pemerintahan yang telah ada.
Pembahasan Desk Koordinasi Aceh melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kemenko Polkam, Kemenko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Keuangan.
Kementerian Hukum, Kementerian HAM, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Ketenagakerjaan, BNPB, Kementerian Sosial, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Badan Komunikasi Pemerintah juga terlibat dalam pembahasan.
Unsur TNI, Polri, BIN, BAIS, Kejaksaan RI, BSSN, Pemerintah Aceh, dan berbagai unsur kewilayahan terkait turut dilibatkan.
Fadhlullah menilai keterlibatan lintas kementerian dan lembaga berpotensi memberikan dorongan bagi pembangunan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan tata kelola pemerintahan di Aceh.
Pemerintah Aceh menyatakan mendukung pembentukan Desk Koordinasi Aceh dan berharap wadah tersebut dapat segera direalisasikan.
"Kita harapkan Desk Koordinasi Aceh itu segera terbentuk. Pemerintah Aceh sangat mendukung, dan terima kasih atas dukungan yang sangat luar biasa ini," kata Fadhlullah.
- Penulis :
- Arian Mesa



