
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) masih mengkaji rencana pengembangan jalur kereta api di Sumatra, Kalimantan, dan Bali sebagai tiga wilayah prioritas sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan Sumatra menjadi salah satu wilayah yang telah memasuki tahap pengerjaan Detail Engineering Design (DED), sedangkan rencana pengembangan jaringan di Kalimantan dan Bali masih dikaji.
"Presiden memerintahkan kami tiga wilayah,satu adalah Sumatra, kita sedang kerjakan Sumatra juga DED-nya, kemudian yang kedua Kalimantan, yang ketiga Bali," kata Bobby ditemui usai Groundbreaking Hunian Terjangkau Manggarai di Jakarta, Jumat.
Pembebasan Lahan Jadi Faktor Penentu
Pemerintah belum menentukan wilayah yang pembangunan jalur keretanya akan diselesaikan terlebih dahulu karena urutan pelaksanaan bergantung pada hasil kajian dan tingkat kesiapan setiap proyek.
Bobby menyebut pembangunan jalur kereta baru memiliki tingkat kompleksitas tinggi dengan pembebasan lahan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kecepatan pelaksanaan konstruksi.
"Nanti kita lihat. Kan kalau yang namanya pembangunan jalur kereta baru ini banyak faktor-faktornya, terutama juga faktor pembebasan lahannya," ujarnya.
Pemerintah akan memprioritaskan wilayah dengan tingkat kesiapan terbaik agar konstruksi dapat dimulai lebih cepat dan pelaksanaannya berjalan efektif.
Pengembangan jaringan kereta tersebut juga diarahkan untuk mendukung pergerakan masyarakat serta membangun sistem distribusi logistik yang lebih efisien.
Karena proses kajian masih berlangsung, pembangunan jalur kereta di Kalimantan maupun Bali belum memiliki kepastian mengenai urutan pelaksanaannya.
"Surprise nanti mana yang akan kita selesaikan yang paling duluan," katanya.
Pemerintah Buka Peluang Investasi
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah membuka peluang investasi dari dalam maupun luar negeri untuk pembangunan dan pengembangan jaringan perkeretaapian nasional.
Peluang investasi tersebut antara lain diarahkan untuk memperkuat angkutan logistik melalui jaringan kereta di Sumatra hingga Kalimantan.
"Kalau ada negara lain yang berminat, kami sangat dengan senang hati dan terbuka," kata Menhub ditemui usai peluncuran sistem sistem Electronic Traffic Law Enforcement Hub (ETLE Hub) di Jakarta, Senin (10/8).
Pemerintah juga membuka peluang seluas-luasnya bagi investor dalam negeri untuk terlibat dalam proyek perkeretaapian yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas logistik dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Penentuan jalur akan dibahas bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dengan mempertimbangkan potensi ekonomi, kebutuhan transportasi masyarakat dan kegiatan usaha, serta dukungannya terhadap pengembangan kawasan.
Koneksi Kereta ke IKN Masih Dikaji
Pemerintah belum memastikan apakah jaringan kereta yang dikembangkan di Kalimantan nantinya akan terhubung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) karena rencana konektivitas tersebut masih berada dalam tahap kajian.
"Nanti kita lihat," katanya.
Pemerintah juga belum menentukan besaran investasi yang dibutuhkan karena perhitungannya bergantung pada panjang lintasan, jenis kereta, karakteristik jalur, dan berbagai aspek teknis lainnya.
Secara keseluruhan, realisasi pengembangan jaringan kereta di Sumatra, Kalimantan, dan Bali akan ditentukan berdasarkan hasil kajian, kesiapan pembebasan lahan, potensi ekonomi, kebutuhan transportasi, dukungan terhadap pengembangan kawasan, aspek teknis, serta skema investasi.
- Penulis :
- Shila Glorya



