
Pantau - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan 35 izin penggunaan pesawat registrasi asing dari delapan negara untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan izin tersebut diberikan kepada 11 pemegang Air Operator Certificate (AOC) dengan total 36 helikopter.
"Negara asalnya dari Australia, Rusia, Amerika, Ukraina, New Zealand, Laos, Vietnam, dan Kanada," kata Lukman saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Sebanyak 11 pemegang AOC yang memperoleh fasilitas tersebut meliputi Ersa Eastern Aviation, Genesa Dirgantara, Falcon Patriot Utama, Pegasus Air Service, Whitesky Aviation, Smart Cakrawala Aviation, Elang Nusantara Air, Intan Angkasa Air Service, Volta Pasifik Aviasi, Dabi Air Nusantara, dan Derazona Air Service.
Pesawat registrasi asing tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional pemadaman dan penanganan dampak karhutla di Indonesia.
Kemenhub memfasilitasi penggunaannya melalui percepatan perizinan, dukungan operasional, serta pengawasan keselamatan penerbangan.
Lukman mengatakan Kemenhub terus mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, termasuk yang berlangsung di Kalimantan.
"Termasuk melalui fasilitasi penggunaan pesawat udara registrasi asing untuk mendukung kegiatan pemadaman dan penanganan dampak bencana," katanya.
Penerbitan izin khusus bagi pesawat asing tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap kebutuhan operasional penanganan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.
Sementara itu, operasi pemadaman karhutla juga dilakukan melalui metode water bombing, termasuk oleh TNI Angkatan Udara di sejumlah titik kebakaran di Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu (22/8/2026).
- Penulis :
- Aditya Yohan



