
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat operasi pemadaman darat dan udara serta modifikasi cuaca untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jambi yang menjadi wilayah prioritas nasional.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penguatan operasi dilakukan bersama pemerintah daerah dan unsur terkait untuk menekan meluasnya dampak karhutla.
"Selain penanganan kejadian pada tingkat daerah, BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus memperkuat operasi penanganan karhutla di wilayah prioritas," kata Berton di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Di Kalimantan Barat, BNPB mengerahkan empat helikopter water bombing yang dalam sehari melakukan 223 kali penjatuhan dengan total 1.052.000 liter air untuk menangani 13 hektare lahan terbakar.
Operasi modifikasi cuaca periode 22-27 Agustus 2026 di Kalimantan Barat juga telah melakukan tiga sortie dengan menyemai 3.000 kilogram bahan semai serta didukung 2.751 personel gabungan dalam operasi darat.
"Upaya tersebut berhasil memadamkan api yang membakar 104,8 hektare lahan di sana," kata Berton.
Di Kalimantan Tengah, pemantauan udara menemukan 25 titik api yang ditangani menggunakan tiga helikopter water bombing dengan 159 kali penerbangan.
Setiap helikopter melepaskan empat ton air ke titik api yang terdeteksi, sedangkan sebanyak 10.700 personel satuan tugas darat turut dikerahkan.
"Sekitar 55,63 hektare lahan terbakar, selain pemadaman udara juga telah dikerahkan 10.700 personel satgas darat di Kalteng," ujarnya.
Di Kalimantan Selatan, penanganan karhutla melibatkan dua helikopter water bombing dan 714 personel darat untuk menangani kebakaran yang tersebar di 11 daerah.
Helikopter di Kalimantan Selatan tercatat melakukan 243 kali penjatuhan air dengan volume keseluruhan mencapai 1.029.000 liter.
Sementara itu, pemantauan udara di Jambi mendeteksi 14 titik api dan operasi water bombing secara akumulatif hingga 23 Agustus telah memadamkan kebakaran pada 226,9 hektare lahan.
Operasi pemadaman dan pendinginan melalui jalur darat di Jambi juga masih terus dilakukan untuk mengendalikan kebakaran.
"Pemantauan titik panas dan koordinasi lintas sektor akan terus ditingkatkan demi mengendalikan sebaran api serta meminimalkan dampak karhutla bagi masyarakat," kata Berton menegaskan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



