
Pantau - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meresmikan Jaksinema di Rumah Susun Pasar Rumput, Tebet, Jakarta Selatan, sebagai upaya memperluas ekosistem Jakarta Kota Sinema sekaligus mendekatkan akses masyarakat terhadap film-film Indonesia.
Jaksinema Pasar Rumput merupakan bioskop mini berkapasitas 43 kursi yang secara khusus digunakan untuk memutar film-film Indonesia.
Harga tiket Jaksinema ditetapkan sebesar Rp15 ribu pada hari biasa dan Rp20 ribu pada akhir pekan.
Kehadiran bioskop tersebut melengkapi sejumlah program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membangun ekosistem perfilman di ibu kota.
Program itu antara lain Jakarta Film Commission, platform layanan terpadu Filming in Jakarta, serta kebijakan pengurangan hingga 50 persen Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) untuk pemutaran film nasional.
Jaksinema Perluas Akses Warga terhadap Film Indonesia
Rano mengatakan Jaksinema menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk mengapresiasi karya perfilman nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Jaksinema hadir melengkapi ikhtiar terwujudnya visi tersebut dengan menghadirkan bioskop mini yang memutar film-film Indonesia. Inisiatif ini menambah ruang apresiasi masyarakat terhadap karya anak bangsa, sekaligus menunjukkan bagaimana kota dapat memberi ruang bagi film dan ekonomi kreatif untuk tumbuh,” ungkap Rano.
Berdasarkan data Cinepoint dan pelacakan film nasional yang disampaikan Rano, sekitar 93 film Indonesia telah ditayangkan sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Jumlah penonton film Indonesia pada periode tersebut tercatat mencapai 40.711.772 orang dengan pangsa penonton film nasional sepanjang 2026 sekitar 67 persen.
Tingginya minat masyarakat terhadap film nasional dinilai perlu direspons dengan menyediakan ruang pemutaran film yang semakin mudah dijangkau.
“Di tengah perkembangan tersebut, kita perlu merespons kebutuhan masyarakat yang tetap tinggi terhadap film Indonesia dengan menghadirkan Jaksinema yang lebih dekat kepada warga dengan harga yang terjangkau,” kata Rano.
Pemprov DKI Jakarta menilai keberadaan ruang pemutaran film di lingkungan permukiman dan kawasan pasar dapat menciptakan aktivitas baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat berbagai subsektor ekonomi kreatif.
“Semakin mudah masyarakat menjangkau ruang pemutaran film, maka ekosistem film dan subsektor kreatif lainnya menjadi semakin kuat yang pada akhirnya turut menggerakkan industri kreatif di Jakarta,” ujar Rano.
Pemprov DKI Dorong Jaksinema Hadir di Rumah Susun Lain
Kehadiran Jaksinema Pasar Rumput merupakan bagian dari inovasi melalui kolaborasi Perumda Pasar Jaya dan Layar Digi.
Rano mengapresiasi berbagai inisiatif dan inovasi Perumda Pasar Jaya dalam menghidupkan kawasan pasar di Jakarta melalui revitalisasi dan penataan pasar, penyediaan sarana pendukung, hingga digitalisasi transaksi menggunakan QRIS.
Pemprov DKI Jakarta selanjutnya mendorong pengembangan konsep Jaksinema di rumah susun dan pasar lainnya agar fasilitas hiburan, ruang apresiasi film, serta wadah kreativitas semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Rano berharap Jaksinema pada masa mendatang dapat tersedia di setiap rumah susun di seluruh wilayah Jakarta.
Selain menjadi fasilitas hiburan bagi penghuni rumah susun, Jaksinema diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan bakat dan kreativitas.
“Mudah-mudahan Jaksinema ada di setiap rumah susun di seluruh Jakarta, agar penghuni rumah susun mendapat tempat hiburan dan bisa menyalurkan bakat. Saya yakin di setiap tempat ada anak-anak muda yang kreatif,” ungkap Rano.
Jakarta Kota Sinema Dibangun sebagai Ekosistem
Rano menegaskan konsep Jakarta Kota Sinema tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk ekosistem perfilman yang nyata dan menyeluruh.
Pembangunan ekosistem tersebut mencakup berbagai aspek mulai dari kebijakan, proses produksi film, pencarian dan pengembangan talenta, hingga penyediaan fasilitas pemutaran film.
“Saya percaya bahwa kota sinema bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan menjadi ekosistem yang nyata dan menjadi bagian dari wajah Jakarta ke depan. Karena itu, langkahnya harus kita bangun secara menyeluruh, mulai dari kebijakan, produksi, pencarian talenta, hingga fasilitas pemutaran film,” kata Rano.
- Penulis :
- Arian Mesa



