
Pantau - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menekankan pentingnya sumber daya manusia (SDM) Indonesia menguasai keterampilan ramah lingkungan atau green skill untuk menghadapi tantangan pelestarian alam pada era Society 5.0.
Pernyataan tersebut disampaikan Arif dalam kegiatan Penganugerahan Sarwono Award dan Sarwono Memorial Lecture 2026 di Jakarta, Senin.
Arif menjelaskan arah peradaban masa depan semakin bertumpu pada dua pilar utama, yakni aspek kemanusiaan dan keberlanjutan ekosistem lingkungan hidup.
Menurutnya, persoalan keberlanjutan semakin mendapat perhatian karena ancaman perubahan iklim kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
"Sekarang ketika bicara 5.0, dua kata kunci adalah tentang kemanusiaan dan keberlanjutan. Sekarang semua orang sudah mulai melihat kembali makna keberlanjutan ketika ancaman perubahan iklim sudah menjadi keseharian," ungkap Arif.
Green Skill Dibutuhkan Akademisi hingga Sektor Swasta
Berangkat dari pentingnya keberlanjutan tersebut, Arif menilai green skill telah berkembang menjadi kompetensi yang sangat relevan dan memiliki nilai tinggi untuk kebutuhan saat ini maupun masa depan.
Keterampilan tersebut tidak hanya dibutuhkan kalangan akademisi dan peneliti, tetapi juga semakin penting bagi tenaga kerja dan profesional di sektor swasta.
"Dalam keterampilan ramah lingkungan, keterampilan hijau, ini merupakan keterampilan yang diperlukan untuk hari ini dan masa depan. Jadi keterampilan ramah lingkungan ini tidak semata-mata diperlukan dalam dunia akademik, tetapi juga di dunia swasta," kata Arif.
Salah satu bidang penting dalam penerapan green skill adalah pelestarian satwa liar, terutama untuk menyelamatkan spesies yang populasinya semakin terancam.
Arif mencontohkan kondisi Badak Sumatera yang populasinya terus menyusut dan diperkirakan hanya tersisa sekitar 50 ekor di alam liar.
Kondisi tersebut membuat upaya penyelamatan spesies terancam punah tidak dapat lagi hanya mengandalkan metode konvensional.
Menurut Arif, penyelamatan satwa terancam punah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak sekaligus pemanfaatan teknologi tingkat tinggi.
Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan adalah Assisted Reproductive Technology (ART) atau Teknologi Reproduksi Berbantu.
"Sehingga, sekarang sudah berkembang juga teknologi yang disebut seperti ART, Teknologi Reproduksi Berbantu, yang sudah berkembang dan sudah berhasil di Kenya," ujar Arif.
Biomimikri Jadi Sumber Inspirasi Inovasi
Selain pengembangan teknologi, Arif mengajak para peneliti mengambil inspirasi secara langsung dari mekanisme dan cara kerja alam melalui konsep biomimikri.
Menurutnya, alam memiliki sejumlah karakteristik penting, seperti keberagaman, kesalingtergantungan, dan terbentuknya jejaring kehidupan.
Karakteristik tersebut dinilai tidak hanya relevan dalam konteks lingkungan, tetapi juga dapat menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan dan interaksi sosial manusia.
"Jadi, sebenarnya alam itu sudah mengajarkan pada kita untuk hidup, dan filosofi dari alam itu, karakteristik alam itu, inilah yang kemudian bisa menjadi salah satu sumber dalam kehidupan sosial," ungkap Arif.
Arif juga menilai alam menyimpan berbagai mekanisme dan kemampuan yang dapat menjadi sumber pengembangan teknologi baru, bahkan memiliki kompleksitas yang melampaui kecerdasan buatan.
Ia mencontohkan kemampuan navigasi alami pada burung serta pola migrasi paus yang dapat menjadi inspirasi dan dasar bagi pengembangan ilmu pengetahuan di berbagai bidang.
Pemanfaatan cara kerja alam sebagai sumber inovasi juga berkaitan dengan konsep ekonomi biru atau blue economy, yang menempatkan pembelajaran dari alam sebagai salah satu prinsip penting.
Karena itu, Arif mendorong pengembangan riset yang semakin adaptif terhadap kondisi dan mekanisme ekosistem.
Para periset BRIN maupun peneliti di berbagai lembaga di Indonesia didorong menjadikan cara kerja alam sebagai salah satu sumber inspirasi dalam menciptakan inovasi.
"Nah cara kerja alam itulah yang mestinya menjadi sumber inovasi. Nah, bagi para periset di BRIN dan di berbagai tempat di Indonesia, menurut saya penting untuk mendapatkan inspirasi dari bagaimana cara alam bekerja," kata Arif.
- Penulis :
- Arian Mesa



