
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan bantuan senilai Rp860 juta untuk penanganan awal terhadap 61 sekolah yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nagekeo.
Selain dana tunai, Kemendikdasmen menyalurkan berbagai kebutuhan logistik dasar bagi satuan pendidikan dan warga sekolah yang terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo dan Ngada.
Bantuan Logistik dan Dana Tunai Disalurkan
Bantuan logistik yang disalurkan meliputi 9.400 buku nonteks, 495 school kit, 30 family kit, 1.000 kaos, dan 1.650 paket makanan.
Sebagai bagian dari penanganan awal, Kemendikdasmen juga menyiapkan dana tunai dalam bentuk voucher dengan nilai total Rp860 juta untuk 61 sekolah terdampak bencana.
Abdul Mu’ti menekankan pentingnya kerja sama berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan kondisi setelah gempa.
"Kami tetap optimis dan semangat bahwa semua musibah dan bencana ini dapat kita atasi bersama. Saat ini yang terpenting adalah kita saling bekerja sama, saling mendukung, dan bersama-sama memulihkan kondisi setelah bencana ini," ungkap Abdul Mu’ti.
Kemendikdasmen juga terus melakukan pendataan terhadap satuan pendidikan terdampak untuk mengetahui tingkat kerusakan akibat bencana.
Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebutuhan setiap sekolah yang dapat diakomodasi melalui program revitalisasi satuan pendidikan.
Sekolah Terdampak Diprioritaskan untuk Revitalisasi 2026
Abdul Mu’ti memastikan sekolah-sekolah terdampak gempa di sejumlah wilayah NTT akan mendapatkan prioritas dalam program revitalisasi satuan pendidikan pada 2026.
"Kami juga memberikan bantuan prioritas untuk sekolah-sekolah yang terdampak untuk mendapatkan revitalisasi tahun 2026," kata Abdul Mu’ti.
Setelah proses pendataan dan perhitungan kebutuhan selesai, Kemendikdasmen akan menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk melanjutkan proses revitalisasi.
Tahapan berikutnya adalah penandatanganan perjanjian kerja sama terkait pelaksanaan program revitalisasi sekolah terdampak.
Pembangunan dapat dimulai setelah dana Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahap kedua untuk program revitalisasi sekolah masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
Setelah anggaran tersedia dalam DIPA, dana akan disalurkan kepada sekolah untuk mendukung pelaksanaan pembangunan.
"Nanti setelah ada verifikasi dan validasi, akan ada perjanjian kerja sama, dan setelah semuanya clear, akan dimulai pembangunannya," ujar Abdul Mu’ti.
Sekolah Berharap Bangunan Baru Tahan Gempa
Kepala SDK Rowa Agustina Kabha menyambut baik rencana pemerintah merevitalisasi satuan pendidikan yang terdampak gempa.
Menurut Agustina, dukungan pemerintah tersebut sangat berarti untuk memulihkan sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak bencana.
Revitalisasi diharapkan dapat memastikan para murid kembali mengikuti kegiatan belajar dalam kondisi aman dan nyaman.
Agustina juga berharap bangunan sekolah yang dibangun kembali memiliki struktur tahan gempa sehingga dapat membantu mengurangi trauma murid.
"Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Menteri, yang akan membangun kembali sekolah kami. Kami berharap struktur bangunannya nanti tahan gempa sehingga murid tidak lagi trauma dan belajar dengan nyaman," kata Agustina.
- Penulis :
- Leon Weldrick



