
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, berada pada level berbahaya akibat kabut asap pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Kabut asap juga menyebabkan jarak pandang di Pekanbaru menyusut menjadi sekitar dua kilometer berdasarkan pembaruan data BMKG sejak Senin, 24 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Ranti Kurniati menyebut jarak pandang di Rengat juga sekitar dua kilometer akibat asap, sedangkan Pelalawan lima kilometer dan Tambang tiga kilometer.
BMKG mencatat konsentrasi partikulat PM2,5 di Pekanbaru telah mencapai level berbahaya sejak Selasa dini hari.
Konsentrasi PM2,5 bahkan sempat menyentuh 508,8 mikrogram per meter kubik pada pukul 01.00 WIB.
Kabut asap terjadi di tengah tingginya jumlah titik panas di Sumatera yang pada Senin tercatat mencapai 2.193 titik.
Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan titik panas terbanyak, yakni 1.207 titik, disusul Riau sebanyak 393 titik.
Titik panas lainnya tersebar di Jambi sebanyak 262 titik, Lampung 138 titik, Bangka Belitung 77 titik, Kepulauan Riau 57 titik, Bengkulu 19 titik, Sumatera Utara 18 titik, Sumatera Barat 13 titik, dan Aceh sembilan titik.
Di Riau, Kabupaten Pelalawan mencatat jumlah titik panas terbanyak dengan 153 titik, disusul Indragiri Hilir sebanyak 140 titik.
Titik panas lainnya terpantau di Bengkalis sebanyak 32 titik, Indragiri Hulu 26 titik, Kampar 12 titik, Siak dan Rokan Hulu masing-masing enam titik, Kepulauan Meranti dan Pekanbaru masing-masing tiga titik, serta Kuantan Singingi satu titik.
Kebakaran lahan di Riau masih berlangsung dengan luasan terbesar tercatat di Kabupaten Pelalawan mencapai 700 hektare.
Kebakaran lahan juga tercatat mencapai 471 hektare di Indragiri Hulu, sementara di Indragiri Hilir dan Kampar mencapai puluhan hektare.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



