
Pantau - Polda Kalimantan Barat mengerahkan tambahan 300 personel Brigade Mobil (Brimob) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di delapan kabupaten prioritas di Kalbar.
Tambahan personel tersebut bergabung dalam Satgas Aman Nusa Dua dan akan dikerahkan bersama sarana serta prasarana pemadaman ke wilayah dengan potensi karhutla tinggi.
"Hari ini kita menyaksikan kegiatan penerimaan pasukan Brimob yang terlibat dalam Satgas Aman Nusa Dua penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat," kata Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar.
Alberd mengatakan penambahan pasukan merupakan tindak lanjut perintah Kapolri sekaligus upaya memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Barat.
Delapan Kabupaten Menjadi Prioritas Penanganan
Delapan daerah yang menjadi prioritas penanganan meliputi Ketapang, Kubu Raya, Melawi, Sambas, Sanggau, Bengkayang, Mempawah, dan Kayong Utara.
Ketapang, Kubu Raya, dan Melawi mendapat perhatian khusus karena memiliki tingkat kerawanan karhutla yang relatif tinggi.
Dengan tambahan tersebut, Polda Kalbar memiliki sekitar 2.298 personel yang dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla.
Selain pasukan Brimob, delapan personel disiapkan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui pendekatan langsung atau door to door di sejumlah wilayah.
Polda Kalbar juga memperketat pengawasan terhadap aktivitas perusahaan di sekitar lokasi kebakaran dan menegaskan korporasi yang terbukti sengaja membakar atau memerintahkan pembakaran akan ditindak.
"Sejauh ini belum ada, tapi kita masih bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Pemda Kalimantan Barat. Ada beberapa perusahaan yang sudah dimintai keterangan awal," kata Alberd.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kebakaran di sekitar wilayah perusahaan tidak melibatkan korporasi sekaligus mengumpulkan bukti apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum.
Polisi Menyiapkan Sumber Air untuk Pemadaman
Polda Kalbar turut memperkuat penanganan karhutla dengan mencari dan menyiapkan sumber air di sekitar kawasan rawan kebakaran.
Kepolisian berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mendeteksi lokasi pengeboran berdasarkan koordinat titik rawan karhutla.
"Selain itu, kepolisian menyiapkan embung dan parit di sekitar kawasan rawan sebagai sumber air pemadaman, termasuk menggandeng perusahaan terdekat untuk membantu distribusi air," katanya.
Alberd menegaskan penanganan karhutla harus mengikuti ketentuan yang berlaku dan mencegah dampak meluas terhadap masyarakat, lingkungan, aktivitas ekonomi, maupun hubungan Indonesia dengan negara lain.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



