HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Madiun Hidupkan Kembali Grebeg Maulud, Ribuan Warga Antusias Berebut Gunungan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemkot Madiun Hidupkan Kembali Grebeg Maulud, Ribuan Warga Antusias Berebut Gunungan
Foto: Warga berebut isi gunungan Jaler pada tradisi Grebeg Maulud 1448 Hijriah/2026 yang digelar Pemkot Madiun di Alun-ALun Kota Madiun, Selasa (25/8/2026) sebagai upaya melestarikan budaya Islam dan masyarakat, yakni dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW (sumber: Diskominfo Kota Madiun)

Pantau - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur, kembali menggelar Tradisi Grebeg Maulud 1448 Hijriah/2026 untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) sekaligus melestarikan budaya Islam yang berkembang di tengah masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan Grebeg Maulud juga menjadi momentum meningkatkan keteladanan masyarakat terhadap Rasulullah SAW serta menghadirkan kegiatan budaya yang menarik bagi masyarakat.

"Kegiatan Grebeg Maulud tahun ini menjadi momentum untuk meningkatkan keteladanan kita kepada Rasulullah SAW serta melestarikan budaya masyarakat dan mengemasnya untuk menjadi tontonan yang menarik," kata Bagus Panuntun dalam Grebeg Maulud Madiun 2026 di Alun-Alun Kota Madiun, Selasa.

Grebeg Maulud Kembali Digelar setelah Vakum Tujuh Tahun

Grebeg Maulud merupakan agenda tahunan Kota Madiun yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda, tetapi tradisi tersebut sempat vakum dan tidak diselenggarakan selama sekitar tujuh tahun.

Sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya, Pemkot Madiun kini kembali menggelar Grebeg Maulud yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Bagus menilai kearifan lokal dan kebudayaan masyarakat memiliki posisi penting sehingga harus terus dijaga dan dilestarikan.

Grebeg Maulud juga diharapkan menjadi wadah untuk memperkokoh kebudayaan sekaligus memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Kearifan lokal dan budaya di masyarakat sangatlah penting untuk terus dilestarikan. Grebeg Maulud ini bisa menjadi wadah dalam memperkokoh kebudayaan serta mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," kata Bagus.

Kirab Gunungan Berakhir di Alun-Alun Kota Madiun

Rangkaian Grebeg Maulud diawali dengan Kirab Gunungan Jaler yang berisi hasil bumi dan Gunungan Estri yang berisi berbagai jajanan pasar.

Rombongan kirab diberangkatkan dari Masjid Besar Kuno Taman dan melintasi Jalan Asahan, Jalan Kemiri, Jalan Wuni, Jalan Kenari, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Dr. Sutomo, hingga Jalan Jawa.

Kirab kemudian bergerak menuju Jalan Pahlawan dan transit di Balai Kota Madiun sebelum melanjutkan perjalanan melalui Jalan Semeru dan Jalan Aloon-Aloon Barat.

Rombongan selanjutnya tiba di kawasan Alun-Alun Kota Madiun dan Masjid Agung Baitul Hakim sebagai bagian dari rangkaian puncak Grebeg Maulud.

Setelah prosesi doa selesai, masyarakat yang telah memadati kawasan alun-alun langsung berebut berbagai isi Gunungan Jaler dan Gunungan Estri.

Tradisi berebut isi gunungan tersebut menjadi simbol rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT), Tuhan Yang Maha Esa.

Selain kirab dan pembagian isi gunungan, rangkaian Grebeg Maulud diisi dengan penyerahan buceng pisusung serta paket sembako kepada perwakilan masyarakat dari 27 kelurahan di Kota Madiun.

Warga Antusias Sambut Kembalinya Grebeg Maulud

Masyarakat Kota Madiun menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kembalinya Grebeg Maulud setelah tradisi tersebut sempat vakum sekitar tujuh tahun.

Warga berbondong-bondong menyaksikan jalannya kirab sebelum menuju Alun-Alun Kota Madiun untuk mengikuti kemeriahan dan berebut isi gunungan.

Bagus mengatakan kegiatan serupa ke depan akan dikemas dengan konsep yang lebih menarik dan bermakna.

Pengembangan Grebeg Maulud diharapkan dapat menyediakan ruang bagi masyarakat untuk terus merawat kebudayaan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan.

Penulis :
Leon Weldrick