
Pantau - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina meminta Kementerian Sosial memastikan perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diberikan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada masa tanggap darurat.
Selly menilai penanganan bencana perlu memperhatikan keberlanjutan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat terdampak selain memenuhi kebutuhan darurat.
"Karena musibah hari ini bukan musibah yang boleh dianggap sembarangan, ada masyarakat yang terdampak dan tentu juga ini akan berpengaruh terhadap jumlah kesejahteraan dan perlindungan sosial yang berada di bawah Kementerian Sosial," ujar Selly.
DPR Meminta Kemensos Fokus Tangani Korban
Selly meminta Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan perhatian lebih terhadap penanganan dampak gempa di NTT.
Ia berharap berbagai agenda lain yang menjadi tanggung jawab Kemensos tidak mengurangi fokus kementerian terhadap pelayanan dan perlindungan bagi masyarakat terdampak bencana.
"Jangan sampai tugas pokok Kementerian Sosial justru terabaikan karena ada hal lain. Ini harus menjadi evaluasi kami. Saya harap Pak Menteri bisa lebih fokus terhadap tugas-tugas di Kementerian Sosial di tengah bencana ini," ucapnya.
Dorongan tersebut disampaikan menyusul besarnya dampak gempa yang melanda NTT sejak 15 Agustus 2026.
BNPB Mencatat Korban Meninggal Mencapai 103 Jiwa
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat gempa NTT bertambah menjadi 103 jiwa hingga Selasa (25/8/2026).
"Ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini catatan kami," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.
Jumlah tersebut meningkat dari catatan hingga Senin (24/8/2026) yang mencatat 100 korban meninggal dunia.
Sebanyak 103 korban meninggal terdiri atas 41 orang di Kabupaten Manggarai, 34 orang di Manggarai Timur, 13 orang di Nagekeo, enam orang di Sikka, lima orang di Ngada, tiga orang di Ende, dan satu orang di Manggarai Barat.
BNPB mencatat berdasarkan jenis kelamin sebanyak 45 persen korban meninggal merupakan laki-laki dan 55 persen perempuan.
Berdasarkan kelompok usia, korban meninggal terdiri atas 45 persen lansia, 37 persen dewasa, 12 persen anak dan remaja, sedangkan sisanya merupakan balita dan batita.
- Penulis :
- Aditya Yohan



