
Pantau - Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Reda Manthovani menyebut Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah Melayu dan perkembangan peradaban di kawasan tersebut.
Penilaian itu disampaikan Reda saat mengunjungi Pulau Penyengat bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan jajaran pada Rabu (26/8/2026).
Berbagai peninggalan sejarah yang masih terjaga menunjukkan Pulau Penyengat sebagai kawasan yang memadukan sejarah Kerajaan Melayu, kebudayaan, tradisi intelektual, dan warisan Islam.
"Pulau Penyengat sangat luar biasa, saya senang bisa menginjakkan kaki ke pulau bersejarah ini," kata Reda.
Jamintel Telusuri Jejak Raja Ali Haji
Rangkaian kunjungan dimulai di Balai Adat Indera Perkasa dengan pemaparan mengenai sejarah Kesultanan Riau-Lingga dan silsilah Raja Ali Haji.
Ansar turut memperlihatkan maket museum dan Monumen Tugu Bahasa Pulau Penyengat kepada Reda dan rombongan Kejaksaan Agung.
Ia menjelaskan karya Gurindam Dua Belas dari Raja Ali Haji menjadi salah satu warisan penting dalam perkembangan bahasa dan kebudayaan Melayu.
Rombongan kemudian berziarah ke kompleks makam Raja Hamidah atau Engku Putri dan makam Pahlawan Nasional Raja Ali Haji.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan perjuangan Raja Ali Haji dalam membangun peradaban sekaligus menjaga identitas budaya Melayu.
Perjalanan berakhir di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat dengan penjelasan mengenai sejarah pembangunan serta keunikan arsitektur dan ornamen masjid yang menjadi salah satu ikon Pulau Penyengat.
Kepri Dorong Pulau Penyengat sebagai Destinasi Wisata Sejarah
Ansar mengatakan Pulau Penyengat tidak hanya mempunyai nilai sejarah tinggi, tetapi juga menjadi bagian penting dari kekayaan budaya dan destinasi wisata Kepulauan Riau.
Pulau tersebut merupakan salah satu kawasan yang menyimpan jejak penting kejayaan Kerajaan Melayu Riau-Lingga.
"Kami ingin memperkenalkan bahwa Kepri memiliki kekayaan sejarah, budaya Melayu, dan warisan Islam yang sangat kuat, sekaligus memiliki potensi pariwisata yang terus dapat dikembangkan," ujar Ansar.
Menurut Ansar, pengenalan sejarah dan budaya Pulau Penyengat menjadi bagian dari upaya memperkuat citranya sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya sekaligus menjaga warisan leluhur bagi generasi mendatang.
"Kunjungan Jamintel dan rombongan Kejagung RI jadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya Melayu, serta potensi pariwisata Pulau Penyengat yang menjadi bagian penting dari identitas Kepri," ucap Ansar.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



