HOME  ⁄  Nasional

Museum NTB Amankan Artefak Tersisa Usai Kebakaran Hanguskan Dusun Adat Sade

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Museum NTB Amankan Artefak Tersisa Usai Kebakaran Hanguskan Dusun Adat Sade
Foto: Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam memeriksa temuan ceret air dari sisa puing-puing kebakaran Dusun Adat Sade di Ruang Rapat Museum NTB di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu 26/8/2026 (sumber: ANTARA/Sugiharto Purnama)

Pantau - Museum Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mengamankan berbagai artefak yang masih tersisa setelah kebakaran melanda Dusun Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, agar benda bernilai sejarah dan budaya tidak ikut hilang saat pembersihan puing-puing pascakebakaran.

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan timnya telah dua kali mendatangi lokasi kebakaran untuk menginventarisasi sekaligus mengamankan berbagai benda yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Sebelum mengumpulkan artefak, Museum NTB telah berkoordinasi dan meminta izin kepada kepala dusun serta kelompok sadar wisata atau pokdarwis setempat.

"Kami sudah menyampaikan dan meminta izin kepada kepala dusun dan pokdarwis (kelompok sadar wisata) untuk mengumpulkan beberapa artefak yang terkait dengan kebakaran," ujar dia.

Peralatan Menenun Berusia Lebih dari 100 Tahun Hilang

Kebakaran yang melanda Dusun Adat Sade tidak hanya menghanguskan rumah adat dan rumah warga, tetapi juga menyebabkan sejumlah benda budaya hilang.

Salah satu benda budaya yang hilang akibat kebakaran tersebut adalah peralatan menenun yang telah berusia lebih dari 100 tahun.

Selain peralatan menenun, sejumlah manuskrip, kain tenun, dan peralatan rumah tangga berusia cukup tua turut hilang dalam kebakaran.

Museum NTB kemudian mengumpulkan sejumlah benda yang masih tersisa, terutama yang berkaitan dengan aktivitas menenun masyarakat Dusun Adat Sade.

Benda lain yang ditemukan dan dikumpulkan meliputi peralatan rumah tangga, beras, jagung, tampi, hingga ujung ceret yang terbakar.

"Kami mengumpulkan cukup banyak benda yang berkaitan dengan tenun yang terbakar, peralatan rumah tangga, beras, jagung, tampi, termasuk ujung ceret yang juga terbakar," kata dia.

Dusun Adat Sade merupakan permukiman adat yang telah berdiri sejak abad ke-16.

Kebakaran melanda permukiman adat tersebut pada Sabtu, 22 Agustus, sekitar pukul 22.00 Wita.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, api pertama kali terlihat muncul dari salah satu rumah yang berada di tengah permukiman adat sebelum merembet ke sejumlah rumah lainnya.

Api dengan cepat menyebar karena sebagian besar rumah menggunakan material yang mudah terbakar, seperti kayu, bambu, dan ilalang.

Empat Kain Tenun Bermotif Khas Sade Diamankan

Pamong Budaya Museum NTB Gusti Ayu Sri Astiti mengatakan pihaknya juga berhasil mengamankan empat lembar kain tenun yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.

Empat kain tersebut diamankan saat Museum NTB melakukan proses inventarisasi di lokasi kebakaran dua hari sebelumnya.

Keempat kain yang berhasil diamankan memiliki motif subahnale, pucuk rebung, geometris, dan cerbon sasak.

Gusti Ayu Sri Astiti menjelaskan motif cerbong sasak merupakan motif tenun khas Dusun Adat Sade yang memiliki makna budaya berkaitan dengan gotong royong atau kebersamaan serta keharmonisan masyarakat.

"Motif cerbong sasak adalah motif tenun khas Dusun Adat Sade. Motif itu melambangkan simbol gotong royong atau kebersamaan, serta keharmonisan," kata dia.

Upaya inventarisasi dan pengamanan tersebut dilakukan Museum NTB untuk menyelamatkan artefak yang masih tersisa sekaligus mencegah hilangnya benda-benda yang menjadi bagian dari sejarah dan kebudayaan Dusun Adat Sade.

Penulis :
Arian Mesa