HOME  ⁄  Nasional

BNPT Perkuat Kemandirian Santri untuk Cegah Terorisme, Pesantren Al Muttaqin Jadi Lokasi Pemberdayaan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

BNPT Perkuat Kemandirian Santri untuk Cegah Terorisme, Pesantren Al Muttaqin Jadi Lokasi Pemberdayaan
Foto: Kepala BNPT Eddy Hartono dalam kegiatan pemberdayaan santri di Pondok Pesantren Al Muttaqin, Jepara, Jawa Tengah (sumber: BNPT RI)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjadikan pemberdayaan santri dan masyarakat sebagai bagian dari strategi pencegahan terorisme jangka panjang dengan memperkuat keterampilan, kemandirian ekonomi, dan wawasan kebangsaan di lingkungan pesantren.

Kepala BNPT Eddy Hartono menilai santri perlu memiliki kemampuan yang dapat menjadi bekal untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat selain wawasan keagamaan dan kebangsaan.

"Santri diharapkan tidak hanya memiliki wawasan keagamaan dan kebangsaan, tetapi juga keterampilan serta kemandirian yang dapat menjadi modal untuk berkontribusi secara positif di tengah masyarakat," ujar Kepala BNPT Eddy Hartono saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

BNPT terus mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang memiliki ketahanan terhadap intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme berbasis kekerasan.

Pada saat bersamaan, lingkungan pesantren didorong mengembangkan potensinya dalam bidang pendidikan, dakwah, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Pesantren Al Muttaqin Diperkuat lewat Program Pemberdayaan

Salah satu implementasi strategi tersebut dilakukan melalui penguatan kemandirian ekonomi, keterampilan, dan wawasan kebangsaan di Pondok Pesantren Al Muttaqin, Jepara, Jawa Tengah.

Program pemberdayaan di Pondok Pesantren Al Muttaqin telah berlangsung selama tujuh hari sejak 10 Agustus 2026.

Eddy menegaskan pencegahan terorisme merupakan tanggung jawab bersama sehingga koordinasi kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat.

Pendekatan kolaboratif dalam pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme dilakukan BNPT bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri, Kementerian Pertanian (Kementan), pemerintah daerah, dan pelaku usaha.

Dalam program pemberdayaan santri tersebut, BNPT mengoordinasikan dukungan dari berbagai pihak berdasarkan kapasitas dan kompetensi masing-masing.

Kementerian Pertanian memberikan bantuan berupa 3,2 ton bibit padi, dua unit pompa air, serta dua unit hand tractor atau traktor tangan.

PT Restu Agropro Jayamas memberikan 20 kilogram bibit jagung beserta alat tanam, sedangkan PT Astra International menyerahkan empat perangkat alat servis AC.

YBM PLN mendukung pembangunan satu unit tempat pemangkasan rambut lengkap dengan peralatannya, sementara PT Panasonic Gobel memberikan dua unit pendingin ruangan.

Densus 88 Anti Teror Polri memberikan satu unit kulkas showcase, dua unit laptop, dua unit proyektor, satu unit pendingin ruangan, serta bibit tanaman Kaliandra dan Indigofera.

Polres Jepara turut memberikan pelayanan kesehatan gratis dan menyediakan dapur umum.

BNPT menyerahkan satu perangkat sistem penyaringan air Reverse Osmosis, satu perangkat mesin espresso beserta perlengkapan manual brew, dan dua perangkat alat pembuat konten.

Pemkab Jepara Dukung Keberlanjutan Program

Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Jepara terhadap program pemberdayaan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Muttaqin.

Pemerintah Kabupaten Jepara siap menindaklanjuti program tersebut melalui dukungan sarana dan prasarana serta peningkatan mutu proses pembelajaran bagi para santri.

Menurut Eddy, berbagai bentuk dukungan tersebut menunjukkan pencegahan terorisme dapat dilaksanakan melalui pendekatan lintas sektor dengan mengoptimalkan sumber daya dan kompetensi setiap pihak.

BNPT memandang pola kolaborasi tersebut sebagai bagian dari penguatan koordinasi nasional dalam pencegahan terorisme sekaligus memastikan pemberdayaan masyarakat menghasilkan manfaat konkret dan berkelanjutan.

Salah satu sasaran jangka panjangnya adalah menciptakan ekosistem ekonomi di lingkungan pesantren agar santri mempunyai bekal untuk masa depan dan tidak terpengaruh ajaran intoleransi, radikalisme, maupun terorisme.

"Harapannya ke depan dapat diciptakan ekosistem ekonomi di pesantren sehingga anak (para santri) punya bekal kedepannya dan terhindar dari ajaran intoleransi, radikalisme, dan terorisme," ucap Eddy.

Melalui kolaborasi tersebut, BNPT berkomitmen memastikan kebijakan pencegahan terorisme diwujudkan menjadi program konkret yang langsung menyentuh masyarakat.

Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan sosial, membuka ruang bagi kemandirian masyarakat, serta mendukung terciptanya Indonesia yang aman, damai, dan berdaya.

Kegiatan pemberdayaan di Pondok Pesantren Al Muttaqin merupakan langkah berkelanjutan setelah deklarasi pembubaran Jamaah Islamiyah (JI) pada Desember 2024.

Pondok Pesantren Al Muttaqin disebut sebagai pesantren yang terafiliasi dengan eks-Jamaah Islamiyah terbesar kedua di Indonesia.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026