HOME  ⁄  Nasional

Pemprov Bali Siapkan Lahan untuk Perluas Layanan Imigrasi di Tengah Lonjakan Wisatawan Asing

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemprov Bali Siapkan Lahan untuk Perluas Layanan Imigrasi di Tengah Lonjakan Wisatawan Asing
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster memberikan sambutan di sela peresmian Immigration Lounge di Discovery Mal Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Kamis 27/8/2026 (sumber: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)

Pantau - Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan lahan dan fasilitas untuk mendukung peningkatan layanan keimigrasian seiring tingginya kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata.

Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan Pemprov Bali siap memberikan dukungan terhadap kebutuhan fasilitas dan infrastruktur keimigrasian, termasuk untuk kantor di Kabupaten Klungkung dan Tabanan.

"Apa-apa yang dibutuhkan kami akan dukung. Kemarin juga diajukan di Klungkung dan Tabanan lahan untuk kantor imigrasi, kami sudah dukung," kata Koster di sela peresmian Immigration Lounge di Discovery Mal Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Kamis.

Kantor Imigrasi Baru Perluas Jaringan Pelayanan

Kantor Imigrasi Klungkung dan Kantor Imigrasi Tabanan merupakan dua unit kantor baru yang mulai dibuka pada April 2026.

Gedung Kantor Imigrasi Kabupaten Tabanan berada di belakang Kantor Bupati Tabanan, tepatnya di Jalan Arjuna 2 Delod Peken, Kecamatan Tabanan.

Sementara itu, Kantor Imigrasi Kabupaten Klungkung berlokasi di Jalan Semarapura, Kecamatan Klungkung.

Kedua kantor tersebut memiliki tipe kelas III nontempat pemeriksaan imigrasi (TPI).

Kehadiran kantor di Tabanan dan Klungkung menambah jaringan kantor imigrasi yang sebelumnya telah beroperasi di Denpasar, Ngurah Rai, dan Singaraja.

Selain mendukung kantor di Tabanan dan Klungkung, Koster menyiapkan lahan untuk mendukung operasional Kantor Imigrasi TPI Kelas I Ngurah Rai yang membutuhkan perluasan.

Salah satu opsi yang ditawarkan adalah aset Pemprov Bali di kawasan Mangrove Ngurah Rai yang dinilai strategis karena berada tidak jauh dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Menurut Koster, di kawasan tersebut sudah tersedia gedung yang layak dan siap digunakan sehingga Imigrasi tidak perlu membangun kantor baru.

"Kami punya lahan di wilayah hutan Mangrove. Kantor yang sangat layak, tidak jauh dari (Bandara) Ngurah Rai. Kalau itu mau dipakai, tidak perlu (bangun) kantor baru, langsung dipakai," ucapnya.

Koster mengimbau jajaran Imigrasi memanfaatkan aset milik Pemprov Bali yang sudah terbangun tersebut sebagai kantor pelayanan keimigrasian.

Kunjungan Wisatawan Asing Dorong Kebutuhan Layanan

Koster berharap penambahan dan optimalisasi kantor imigrasi dapat meningkatkan kapasitas pelayanan bagi wisatawan mancanegara yang jumlahnya terus meningkat di Bali.

Sepanjang 2025, Bali tercatat menerima sekitar 7,05 juta wisatawan asing yang masuk melalui jalur udara.

Jumlah tersebut belum memasukkan wisatawan asing yang datang ke Bali melalui kapal pesiar.

Kebutuhan layanan keimigrasian juga meningkat karena tingginya permohonan pelayanan dari warga negara Indonesia yang ingin bepergian ke luar negeri.

Kondisi tersebut membuat optimalisasi gedung dan fasilitas pelayanan keimigrasian semakin diperlukan.

Pemprov Bali juga mengapresiasi inovasi pelayanan melalui pembukaan Immigration Lounge di pusat perbelanjaan yang berada di kawasan wisata Kuta, Kabupaten Badung.

Kabupaten Badung dinilai menjadi lokasi strategis untuk penguatan pelayanan keimigrasian karena menjadi pusat aktivitas sebagian besar wisatawan asing di Bali.

Menurut Koster, lebih dari 70 persen wisatawan asing di Bali berada di Kabupaten Badung, sedangkan daerah tersebut menyumbang sekitar 74 persen penerimaan pajak hotel dan restoran (PHR) di Bali.

"Orang asing banyak berkerumun di Kabupaten Badung, karena lebih dari 70 persen wisatawan asing itu di Badung. Penerimaan pajak hotel dan restoran (PHR) 74 persen di Badung, sehingga memang Badung mendapat prioritas layanan keimigrasian," kata Koster.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026