HOME  ⁄  Nasional

Perumnas Serahkan Lebih dari 530 Hunian Serentak dan Perluas Akses Rumah Terjangkau pada HAPERNAS 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Perumnas Serahkan Lebih dari 530 Hunian Serentak dan Perluas Akses Rumah Terjangkau pada HAPERNAS 2026
Foto: (Sumber :Rizwan Adi Pribadi, Plh. Kepala Divisi Pemasaran Korporasi Perum Perumnas (kiri), bersama Noor Ridlo, Kepala Divisi Subsidized Mortgage Division (SMD) PT Bank Tabungan Negara (Persero) (kanan), menunjukkan dokumen Perjanjian Program Nabung DP Perumnas yang telah ditandatangani. Program ini akan diterapkan pertama kali melalui pilot project di Samesta Alonia Jakarta, hunian vertikal subsidi Perumnas di kawasan Kemayoran.)

Pantau - Perum Perumnas menyerahkan lebih dari 530 hunian secara serentak kepada konsumen melalui kegiatan "Pindah Bersama ke Perumnas" dalam rangka memperingati Hari Perumahan Nasional (HAPERNAS) 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Samesta Sentraland Cengkareng, Jakarta, tersebut menjadi bagian dari upaya Perumnas memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau sekaligus mendukung Program 3 Juta Rumah.

Seremoni ditandai dengan penyerahan kunci secara simbolis kepada perwakilan konsumen oleh Plt. Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan bersama Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma dan Direktur Pengelolaan Perusahaan Umum BP BUMN.

"Keberhasilan yang paling bermakna adalah ketika konsumen menerima kunci rumahnya dan mulai menjadikan hunian tersebut sebagai tempat bertumbuh bersama keluarga," kata Imelda dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Imelda mengatakan momentum HAPERNAS menjadi pengingat bahwa penyediaan perumahan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan masyarakat semakin mudah mengakses, memiliki, dan menempati hunian layak.

Melalui program "Pindah Bersama ke Perumnas", Perumnas ingin memberikan kepastian kepada konsumen agar dapat segera menempati rumah yang telah dimiliki.

Perumnas juga terus mengembangkan hunian tapak maupun vertikal dengan mempertimbangkan keterjangkauan, kualitas, konektivitas, serta kedekatan dengan pusat aktivitas masyarakat.

Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma menilai kolaborasi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk meningkatkan kepemilikan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan penyebaran informasi mengenai fasilitas pembiayaan perumahan kepada masyarakat yang belum memiliki rumah.

"Kami siap mendukung KPR atau KPA subsidi khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kami telah mengalokasikan hampir 50.000 khusus untuk rusun," ujar Sid.

Dalam skema tersebut, BTN sebagai bank penyalur dapat memperluas informasi mengenai fasilitas KPR rumah susun dengan tenor hingga 40 tahun, sedangkan BP Tapera menyediakan dukungan pendanaan dan Perumnas menyediakan hunian.

Pada momentum HAPERNAS 2026, Perumnas turut meluncurkan Perumnas Digital Property Platform untuk mempermudah masyarakat mencari hunian tapak maupun apartemen berdasarkan lokasi, harga, hingga estimasi keterjangkauan.

Perumnas bersama Bank BTN juga memperkenalkan Program Nabung DP dengan proyek percontohan di Samesta Alonia Jakarta, hunian vertikal subsidi di kawasan Kemayoran.

Program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mempersiapkan uang muka secara bertahap selama 18 bulan sebelum memasuki skema kredit pemilikan rumah (KPR).

Skema itu antara lain ditujukan kepada masyarakat yang memiliki kemampuan membayar angsuran tetapi masih membutuhkan waktu untuk mempersiapkan uang muka.

"Berbagai inisiatif yang kami hadirkan pada momentum HAPERNAS ini merupakan bagian dari upaya Perumnas untuk menjawab kebutuhan masyarakat dari berbagai sisi. Mulai dari pilihan hunian, kemudahan mencari informasi, hingga alternatif pembiayaan," kata Imelda.

Imelda menambahkan penyediaan hunian membutuhkan kolaborasi seluruh ekosistem perumahan, mulai dari pemerintah, BP Tapera, perbankan, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha dan mitra strategis.

"Sejalan dengan semangat 'Gampang Punya Rumah', kami ingin setiap tahapan menuju kepemilikan rumah menjadi semakin mudah dijangkau, hingga akhirnya masyarakat dapat benar-benar pindah dan menempati rumah yang mereka impikan," ujar Imelda.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026