
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kualitas udara di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, masuk kategori berbahaya pada Jumat (28/8) pagi akibat tingginya konsentrasi partikulat PM2.5 yang dipengaruhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kalimantan Selatan Klaus Johannes Apoh Damanik mengatakan konsentrasi PM2.5 pada pukul 00.00 hingga 02.00 WITA umumnya masih berada dalam kategori sedang.
“Namun, konsentrasi PM2.5 mengalami peningkatan mulai pukul 03.00 hingga 09.00 Wita dengan kenaikan yang cukup tajam dibandingkan kondisi pada beberapa jam sebelumnya,” kata Klaus Johannes Apoh.
Pemantauan Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 356,7 mikrogram per meter kubik pada pukul 09.00 WITA sehingga masuk kategori berbahaya.
Angka tersebut jauh melampaui kategori kualitas udara baik yang berada pada konsentrasi PM2.5 sebesar 0 hingga 15,5 mikrogram per meter kubik.
BMKG menyatakan peningkatan konsentrasi partikulat yang sangat signifikan pada pagi hari membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di luar ruangan.
Klaus mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak, lanjut usia, dan kelompok rentan, ketika konsentrasi partikulat mengalami peningkatan.
“Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan masker medis jenis N95 atau KN95 untuk mengurangi paparan partikulat serta menjaga imunitas tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat,” katanya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan selama musim kemarau karena aktivitas tersebut dapat meningkatkan konsentrasi partikulat dan memperburuk kualitas udara di wilayah terdampak.
- Penulis :
- Aditya Yohan




