
Pantau - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama pemerintah kabupaten/kota, kepolisian, TNI, dan relawan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah menghanguskan sekitar 1.595 hektare lahan sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur Buyung Dodi Gunawan mengatakan jumlah kejadian karhutla meningkat tajam saat memasuki musim kemarau pada Agustus 2026.
"Pada Januari hingga Juli terjadi 135 kejadian karhutla di seluruh kabupaten/kota dengan luasan lahan yang terbakar seluas 233,23 hektare," ujar Buyung di Samarinda, Jumat (28/8/2026).
Pada 1-26 Agustus 2026 tercatat 422 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 1.362,59 hektare seiring kondisi cuaca yang semakin kering.
Pemprov Kalimantan Timur telah menetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi dan menerbitkan Surat Edaran Gubernur Kaltim terkait kesiapsiagaan menghadapi kekeringan serta karhutla.
Penanganan dilakukan melalui pemantauan selama 24 jam dengan melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Kehutanan, pemerintah kabupaten/kota, hingga pemerintah desa dan kelurahan.
BPBD Kaltim juga menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) serta memperkuat koordinasi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk mengantisipasi karhutla di kawasan IKN dan wilayah penyangga.
"BPBD Kaltim mengedepankan resiliensi berbasis masyarakat melalui pembinaan Desa Tanggap Bencana (Destana), Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan lain di tengah masyarakat," katanya.
Pemprov Kaltim juga berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI dalam penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
Buyung mencatat total 547 kejadian karhutla terjadi di Kalimantan Timur sepanjang Januari hingga Agustus 2026 dengan luas lahan terbakar sekitar 1.595 hektare.
Kabupaten Kutai Kartanegara mencatat luas lahan terbakar terbesar mencapai 480,38 hektare dari 53 kejadian karhutla.
Kabupaten Paser mencatat 385,93 hektare lahan terbakar dari 151 kejadian, sedangkan Kutai Barat mencapai 383,67 hektare dari 77 kejadian.
Kota Samarinda mencatat 126,26 hektare lahan terbakar dari 91 kejadian, sementara Kabupaten Berau mencapai 102,94 hektare dari 49 kejadian.
"Di Kabupaten Kutai Timur ada 33 karhutla dengan lahan terbakar seluas 67,75 hektare, Penajam Pser Utara 50 kejadian seluas 51,54 hektare, Balikpapan 22 kejadian seluas 14,74 hektare, Bontang 10 kejadian seluas 13,51 hektare, dan Mahakam Ulu 11 kejadian seluas 6,1 hektare," kata Buyung Dodi Gunawan.
Penanganan karhutla di Kalimantan Timur terus melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga terkait, serta masyarakat untuk mempercepat penanganan dan mencegah kebakaran meluas.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




