HOME  ⁄  Nasional

Batik Gumelem Memperluas Pasar hingga Luar Jawa lewat Dieng Culture Festival 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Batik Gumelem Memperluas Pasar hingga Luar Jawa lewat Dieng Culture Festival 2026
Foto: (Sumber :Ketua Asosiasi Batik Gumelem (ABG) Liana menunjukkan sejumlah kain batik khas Gumelem yang ditampilkan dalam Showcase UMKM pada kegiatan Dieng Culture Festival (DCF) 2026 di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026). ANTARA/Sumarwoto.)

Pantau - Asosiasi Batik Gumelem (ABG) Kabupaten Banjarnegara menilai keikutsertaan dalam Dieng Culture Festival (DCF) 2026 mampu memperluas pasar Batik Gumelem hingga sejumlah daerah di luar Pulau Jawa melalui pameran dan pemesanan berkelanjutan dari konsumen.

Ketua Asosiasi Batik Gumelem Liana mengatakan manfaat tersebut dirasakan setelah produk perajin kembali tampil dalam Showcase UMKM DCF 2026 di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (29/8).

"Pasarnya bertambah. Dari yang mengikuti pameran seperti ini, kemudian pembeli menghubungi kontak kami dan memesan kembali," kata Liana.

Batik Gumelem yang dikembangkan di Desa Gumelem Wetan dan Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, tercatat telah lima kali mengikuti DCF.

Liana mengatakan pasar Batik Gumelem kini telah menjangkau Kalimantan Selatan, Makassar, Bali, Medan, Jambi, hingga Bandung.

Menurut dia, perluasan pasar tersebut antara lain diperoleh melalui berbagai kegiatan pameran, termasuk DCF yang mempertemukan perajin dengan konsumen dari berbagai daerah.

"Rata-rata mereka yang membeli kemudian menghubungi kontak kami dan memesan lagi. Ada yang memesan secara khusus hanya dua potong, tetapi berkelanjutan," katanya.

Antusiasme pengunjung pada hari pertama Showcase UMKM, Jumat (28/8), dinilai cukup baik dan diharapkan mampu mendorong penjualan menyamai atau melampaui omzet tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp17 juta.

"Alhamdulillah dari pembukaan sampai sekarang antusiasmenya bagus. Semoga omzetnya seperti tahun kemarin dan bisa naik," katanya.

ABG saat ini memiliki 12 perajin dengan masing-masing sedikitnya mempekerjakan tujuh pembatik sehingga produksi Batik Gumelem melibatkan sekitar seratus orang.

Liana juga mengapresiasi panitia dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang melibatkan perajin Batik Gumelem dalam penyediaan selendang bagi pengunjung DCF yang membeli tiket karena pemesanan tersebut membantu keberlangsungan usaha perajin.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Aswin Gantina mengatakan DCF merupakan salah satu dari 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN) yang telah melalui proses seleksi dan kurasi.

DCF dinilai memberikan dampak ekonomi luas karena mampu meningkatkan aktivitas penginapan, transportasi, dan UMKM, dengan perputaran nilai ekonomi pada penyelenggaraan tahun sebelumnya mencapai sekitar Rp50 miliar.

"Selama tiga hari penyelenggaraan DCF, promosinya karena masuk bagian Kharisma Event Nusantara sampai ke luar negeri. Kita harapkan ini bisa memberikan dampak yang luas," katanya.

KPwBI Purwokerto turut mendukung Showcase UMKM dengan menyediakan 37 stan yang terdiri atas lima stan Area Pandawa, 17 stan Area Arjuna, dan 15 stan Area Gatotkaca/Festival Kopi Dieng.

Produk yang ditampilkan mencakup berbagai produk khas Dieng dan Banjarnegara, termasuk kopi dari UMKM binaan KPwBI Purwokerto yang tergabung dalam Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Banjarnegara.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026