HOME  ⁄  Nasional

Aibek Dadebay Terpilih sebagai Ketua Kurultai Pertama, Dubes RI Mengapresiasi Pemilu Kazakhstan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Aibek Dadebay Terpilih sebagai Ketua Kurultai Pertama, Dubes RI Mengapresiasi Pemilu Kazakhstan
Foto: (Sumber :Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan Fadjroel Rachman (kanan) menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pemilihan Kurultai (parlemen unikameral) Kazakhstan dan ucapan selamat atas terpilihnya Aibek Dadebay sebagai Ketua Kurultai pertama. (ANTARA/HO-KBRI Astana))

Pantau - Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan Fadjroel Rachman mengapresiasi penyelenggaraan pemilihan Kurultai dan mengucapkan selamat kepada Aibek Dadebay yang terpilih sebagai Ketua Kurultai pertama Kazakhstan.

Fadjroel menyebut pembentukan parlemen unikameral tersebut menandai babak baru bagi Kazakhstan setelah negara itu mengadopsi konstitusi baru melalui referendum pada 15 Maret 2026.

“Selamat atas suksesnya Kurultai kepada Presiden Kazakhstan Kassym-jomart Tokayev, dan selamat atas terpilihnya Aibek Dadebay sebagai Ketua Kurultai. Kazakhstan telah sukses menjalankan demokrasi konstitusional untuk membenutk New Kazakhstan,” kata Fadjroel berdasarkan siaran pers KBRI Astana yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/8).

Fadjroel menilai penyelenggaraan pemilihan parlemen tersebut menunjukkan pelaksanaan sistem politik Kazakhstan berdasarkan konstitusi baru.

“Kazakhstan memberikan pesan kepada dunia, bahwa demokrasi berjalan sesuai dengan prinsip Konstitusi 2026,” ujar Fadjroel.

KBRI Astana menyebut Aibek Dadebay resmi terpilih sebagai Ketua Kurultai melalui pemungutan suara tertutup dengan dukungan 144 dari 145 anggota parlemen.

Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev sebelumnya mengusulkan Dadebay sebagai calon ketua parlemen dengan mempertimbangkan rekam jejaknya sebagai pegawai negeri berpengalaman.

Pemilihan Kurultai pada 23 Agustus 2026 mencatat tingkat partisipasi sebesar 74,08 persen atau lebih dari 9,35 juta pemilih.

Partai Adilet memenangi pemilu dengan memperoleh 71,17 persen suara dan mengamankan 110 dari total 145 kursi parlemen.

Tokayev dalam pidato pembukaan sidang perdana Kurultai menyatakan hasil pemilu menunjukkan dukungan rakyat terhadap reformasi besar-besaran yang sedang berlangsung di Kazakhstan.

Presiden Kazakhstan itu juga menyatakan pemilu berlangsung secara terbuka dan adil dengan standar penyelenggaraan yang tinggi.

Sekitar 800 pengamat internasional memantau proses pemungutan suara, jumlah yang disebut sebagai angka tertinggi dalam sejarah pemilihan parlemen Kazakhstan.

Pembentukan Kurultai menjadi bagian dari implementasi Konstitusi 2026 yang mengubah lembaga legislatif Kazakhstan menjadi parlemen unikameral.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026