
Pantau - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji mengajak warga Nahdlatul Ulama (NU) menghayati Qanun Asasi sebagai landasan filosofis organisasi untuk menjaga persatuan dan memperkuat gerakan kolektif nahdliyyin.
"Jika para pengurus NU menghayati Qanun Asasi ini dengan sungguh-sungguh, Insyaallah tidak akan ada cerita NU yang saling bertengkar atau gegeran. Yang ada adalah NU yang terus bergerak," kata Sarmuji.
Sarmuji menyampaikan pandangan tersebut dalam "Halaqah Pemikiran Pesantren" di area Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026) malam.
Sarmuji menjelaskan K.H. Hasyim Asy'ari merumuskan mukadimah Qanun Asasi dengan Surat Al-Ahzab ayat 45-46 yang menggambarkan Nabi Muhammad SAW sebagai saksi, pembawa kabar gembira, pemberi peringatan, penyeru kepada agama Allah, dan pelita yang menerangi.
Menurut Sarmuji, penempatan ayat tersebut menunjukkan harapan agar NU membawa nilai-nilai kebaikan, memberikan kegembiraan kepada masyarakat, serta menjadi penerang dalam kehidupan bangsa.
Ia mengatakan Qanun Asasi juga menekankan pentingnya persatuan dan manfaat berjemaah sehingga kekuatan NU terletak pada kebersamaan serta gerakan kolektif.
"Qanun Asasi bukan sekadar aturan dasar, melainkan raison d'être, alasan berdirinya NU. Ia merupakan landasan berpikir sekaligus gambaran bagaimana NU seharusnya berkhidmat," katanya.
Halaqah tersebut mengangkat tema "Meneladani dan Memaknai Kembali Qanun Asasi Nahdlatul Ulama" yang sejalan dengan agenda Muktamar Ke-35 NU.
Selain Sarmuji, forum di Masjid Gedang Tambakberas itu menghadirkan K.H. Fatchulloh Malik dari Ribath Al Utsmani Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dan K.H. Ubaidillah dari Bogor.
Ubaidillah memaparkan sejarah dan makna Qanun Asasi NU, sedangkan Fatchulloh Malik menjelaskan sejarah Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas serta peran Masjid Gedang dalam perjalanan awal NU.
Halaqah tersebut diikuti santri dan peserta muktamar dari berbagai daerah, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan, yang turut berdiskusi dalam sesi tanya jawab.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




