
Pantau - Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Agun Gunandjar Sudarsa menilai Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menjadi metode sosialisasi yang efektif dan relevan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Agun menyampaikan penilaian tersebut saat menghadiri Semifinal LCC Empat Pilar MPR RI tingkat nasional 2026 di Gedung Pustaloka, Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Menurut Agun, metode cerdas cermat perlu dipertahankan dan dikembangkan agar generasi muda semakin tertarik mempelajari Empat Pilar MPR RI di tengah perkembangan era digital.
"Ini adalah salah satu metode yang memang sejak dahulu kita rancang. Ketika masuk ke era digital, sudah banyak implementasi metode sosialisasi Empat Pilar ini yang justru akan semakin menarik minat anak-anak generasi muda," ujarnya.
Peserta Ditantang Pahami Persoalan Aktual
LCC Empat Pilar tidak hanya menguji pengetahuan peserta mengenai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, tetapi juga kemampuan menghubungkan pengetahuan tersebut dengan berbagai persoalan aktual.
Agun menilai metode kompetisi mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik bagi generasi muda dibandingkan penyampaian materi melalui ceramah.
"Kalau hanya dengan model ceramah, kuliah gitu, jenuhlah mereka. Tetapi dengan metode LCC Empat Pilar MPR RI ini mereka semakin tertarik," jelasnya.
Agun juga mengapresiasi kualitas pertanyaan dan jawaban peserta yang semakin implementatif karena menggunakan pendekatan studi kasus.
"Tidak hanya sekadar menghapal, tapi dikorelasikan dengan praktek-praktek ketatanegaraan yang terjadi hari ini. Soal pilkada, kebijakan ekonomi, pembangunan demokrasi, supremasi hukum, independensi. Tidak hanya sekadar normatif diatur dalam undang-undang dasar, tapi juga bagaimana dalam praktek. Mereka sudah mampu menjawab," katanya.
LCC Didorong Tanamkan Cinta Tanah Air
Agun menegaskan tujuan LCC Empat Pilar bukan semata-mata menentukan peserta yang menang atau kalah, melainkan menanamkan semangat kebangsaan, kecintaan terhadap tanah air, serta pemahaman mengenai identitas bangsa.
"Kalau dalam perlombaan sudah pasti ada pemenang, ada yang kalah. Tapi bukan soal menang kalah, justru yang terpenting dan utama adalah menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air, menguasai tentang identitas jati diri bangsanya, itu yang lebih utama," tegasnya.
Menurut Agun, nilai Pancasila juga tercermin melalui interaksi peserta yang saling menghargai, menerima perbedaan, melakukan koreksi, serta mematuhi keputusan secara objektif.
"Bisa kita lihat dari pertama, mereka saling menghargai, menerima perbedaan, saling koreksi. Dan mereka objektif, kalau sesuatu memang sudah diputuskan, mereka patuh, dan itu dalam praktik LCC Empat Pilar MPR RI tercapai tujuan kita," ungkapnya.
Agun berharap LCC Empat Pilar terus dikembangkan sehingga mampu melahirkan generasi muda berprestasi yang memahami nilai kebangsaan serta menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




