HOME  ⁄  Nasional

BKHIT Maluku Memperkuat Kompetensi Laboran untuk Mempercepat Deteksi Penyakit Hewan dan Ikan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BKHIT Maluku Memperkuat Kompetensi Laboran untuk Mempercepat Deteksi Penyakit Hewan dan Ikan
Foto: (Sumber :Peningkatan kemampuan pengujian biomolekuler menggunakan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) di BKHIT Maluku. ANTARA/Dedy Azis.)

Pantau - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku memperkuat kompetensi tenaga laboratorium untuk mendeteksi penyakit hewan dan ikan secara cepat dan akurat melalui peningkatan kemampuan pengujian biomolekuler menggunakan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Sabtu (29/8/2026), mengatakan peningkatan kapasitas tenaga laboratorium diperlukan untuk memastikan pemeriksaan terhadap hewan, ikan, dan tumbuhan dilakukan secara tepat dengan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kompetensi sumber daya manusia merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga mutu layanan laboratorium. Karena itu, peningkatan kemampuan teknis harus terus dilakukan agar hasil pengujian semakin akurat dan dapat diandalkan," katanya.

Kemampuan menggunakan RT-PCR dinilai penting karena metode pengujian biomolekuler tersebut dapat mendeteksi keberadaan agen penyakit secara lebih cepat dan spesifik.

Penguatan kompetensi dilakukan melalui In House Training (IHT) Penerapan Metode RT-PCR dalam Pengujian Biomolekuler yang diikuti petugas teknis di lingkungan Karantina Maluku.

Pelatihan tersebut mencakup pemahaman teori serta keterampilan teknis pada setiap tahapan pemeriksaan laboratorium.

Peserta mendapatkan pembekalan mengenai persiapan sampel, ekstraksi, amplifikasi, pengoperasian instrumen, interpretasi hasil, hingga penerapan pengendalian mutu pengujian.

"Yang kita harapkan bukan sekadar memahami metode, tetapi peserta mampu menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari, sehingga kualitas hasil pemeriksaan laboratorium semakin baik," ujarnya.

Sejumlah agen penyakit yang menjadi materi pengujian meliputi Viral Nervous Necrosis (VNN), White Spot Syndrome Virus (WSSV), Megalocytivirus, Edwardsiella ictaluri, Salmonella sp., dan Avian Influenza (AI).

Kemampuan mendeteksi berbagai agen penyakit tersebut mendukung fungsi karantina dalam mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya penyakit hewan serta ikan.

Peningkatan kemampuan laboratorium juga diharapkan menghasilkan pemeriksaan yang menjadi dasar lebih kuat dalam menentukan tindakan karantina terhadap komoditas yang berpotensi membawa penyakit.

BKHIT Maluku mendorong peserta pelatihan membagikan pengetahuan dan keterampilan kepada petugas lain agar peningkatan kompetensi dapat berlangsung secara merata.

"Kita ingin terjadi peningkatan kapasitas secara berkelanjutan. Pengetahuan yang diperoleh harus ditularkan kepada rekan kerja agar kemampuan pengujian laboratorium semakin merata," katanya.

BKHIT Maluku akan terus meningkatkan kapasitas laboratorium dan kompetensi tenaga teknis guna mendukung pelayanan perkarantinaan yang cepat, tepat, akurat, dan terpercaya.

"Mutu pengujian harus menjadi perhatian bersama, karena hasil laboratorium merupakan bagian penting dalam pengambilan keputusan di bidang perkarantinaan," katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026