
Pantau - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) meluncurkan Festival Duta Generasi Z (Gen Z) Desa di Kabupaten Serang, Banten, untuk mendorong keterlibatan aktif anak muda dalam pembangunan 75.266 desa di seluruh Indonesia.
Menteri Desa PDT Yandri Susanto menegaskan pembentukan Duta Gen Z Desa menjadi langkah kolaboratif untuk melibatkan generasi muda secara langsung dalam pembangunan sekaligus pengembangan potensi desa.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung terwujudnya Astacita keenam Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi sekaligus pengentasan kemiskinan.
"Hari ini kita ajak semua Gen Z di Indonesia untuk terlibat membangun desa. Kita ingin memacu mereka berkreasi, apakah melalui desa wisata, desa ekspor, desa tematik, desa budaya, atau kreasi lainnya," ujar Yandri.
Melalui program tersebut, generasi muda didorong menciptakan berbagai inovasi sesuai potensi dan karakteristik masing-masing desa, mulai dari pengembangan desa wisata, desa ekspor, desa tematik, hingga desa budaya.
Gen Z Didorong Tajir dari Desa
Dalam peluncuran Duta Gen Z Desa, Yandri menggaungkan slogan "Gen Z tajir melintir dari desa" untuk memotivasi anak muda agar bangga tinggal di desa sekaligus menggali potensi ekonomi di wilayah perdesaan.
"Saya berharap gen Z tidak perlu minder tinggal di desa. Tidak perlu malu mengaku orang desa. Orang desa sekarang boleh tinggal di desa, tapi pendapatan mengalahkan orang kota," kata Yandri.
Yandri ingin mengubah pandangan bahwa generasi muda harus meninggalkan desa dan pindah ke perkotaan untuk memperoleh pendapatan tinggi.
Generasi muda diharapkan dapat tetap tinggal di desa sembari mengembangkan potensi lokal menjadi sumber ekonomi yang mampu memberikan pendapatan tinggi.
Dalam implementasinya, Duta Gen Z Desa diharapkan menjalankan tiga peran utama untuk mendukung pembangunan perdesaan.
Peran pertama adalah menjadi kreator inovasi ekonomi dengan menggali dan mengembangkan berbagai potensi lokal yang tersedia di masing-masing desa.
Inovasi tersebut dapat diwujudkan melalui pembentukan dan pengembangan desa wisata, desa yang melakukan ekspor langsung, hingga desa tematik.
Peran kedua adalah menjadi motor penggerak digital dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan media sosial untuk mempromosikan kemajuan pembangunan, potensi, produk, serta aktivitas positif di desa.
Peran ketiga adalah menjadi inspirator kemandirian dengan membuktikan bahwa generasi muda di desa mampu memperoleh penghasilan tinggi melalui pengelolaan potensi lokal.
Kemandirian ekonomi generasi muda juga dapat dikembangkan melalui pengelolaan dan pemanfaatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Bupati Serang Minta Gen Z Jadi Motor Penggerak
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyambut positif penunjukan Kabupaten Serang sebagai tuan rumah peluncuran program Duta Gen Z Desa tingkat nasional.
Ratu Rachmatuzakiyah meminta generasi muda memanfaatkan peluang yang diberikan melalui program tersebut secara maksimal dan mengambil peran dalam pembangunan desa.
"Jadilah gen Z yang menjadi inspirator dan motor penggerak. Terutama, bagaimana kita menjadikan platform digital sebagai media untuk menyampaikan hal-hal yang positif tentang pembangunan di desa," kata Ratu Rachmatuzakiyah.
Generasi muda didorong menjadi inspirator sekaligus motor penggerak pembangunan dengan menggunakan platform digital untuk menyebarkan informasi positif mengenai perkembangan desa.
Ratu Rachmatuzakiyah juga menekankan Duta Gen Z Desa harus mengambil peran utama sebagai penggerak inovasi ekonomi di wilayah perdesaan.
Para Duta Gen Z diminta tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan dalam proses pembangunan dan pengembangan potensi desa.
"Jangan patah menyerah untuk Gen Z di manapun berada, terutama yang ada di desa-desa. Saya yakin kita bisa membangun desa kita masing-masing, khususnya membangun Indonesia," tegas Ratu Rachmatuzakiyah.
Melalui keterlibatan aktif Duta Gen Z Desa, pemerintah berharap kreativitas, pemanfaatan teknologi digital, inovasi ekonomi, serta pengelolaan potensi lokal menjadi kekuatan untuk mempercepat pembangunan desa sekaligus mendukung pembangunan Indonesia.
- Penulis :
- Shila Glorya




