
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meraih predikat Provinsi Terbaik I Kategori Pengolahan Sampah dan Lingkungan Asri dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang diselenggarakan di Bali.
Penghargaan tersebut diberikan atas upaya Jawa Timur dalam pengelolaan sampah dan menjaga lingkungan dengan melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, aktivis lingkungan, serta masyarakat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja keras, komitmen, dan kepedulian berbagai pihak dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
"Alhamdulillah, kerja keras, komitmen dan kepedulian seluruh pihak dan masyarakat membuahkan apresiasi oleh Pemerintah Pusat," kata Khofifah.
Atas keberhasilannya menjadi Provinsi Terbaik I Kategori Pengolahan Sampah dan Lingkungan Asri, Pemprov Jatim memperoleh bantuan pemerintah sebesar Rp2 miliar.
Kurve Libatkan Masyarakat hingga Sekolah
Khofifah mengatakan keberhasilan Jawa Timur meraih penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Pemprov Jatim memberikan perhatian terhadap keterlibatan masyarakat dalam membangun lingkungan yang bersih sekaligus mengembangkan pengelolaan sampah.
Khofifah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kebersihan dan pengelolaan lingkungan di Jawa Timur.
Apresiasi turut diberikan kepada unit pendidikan SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di berbagai daerah yang mendukung pelaksanaan kegiatan kurve secara rutin.
Sekolah-sekolah tersebut turut berperan dalam pengelolaan sampah, salah satunya dengan mengolah sampah menjadi pupuk organik.
Pupuk organik hasil pengolahan sampah kemudian dimanfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah.
"Mereka mengolah sampah menjadi pupuk organik untuk selanjutnya digunakan pupuk pada program ketahanan pangan di sekolah," ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui kegiatan pembersihan lingkungan, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat dan sistem pengelolaan yang baik.
Inovasi serta solusi jangka panjang juga dinilai menjadi bagian penting dalam menangani persoalan sampah secara berkelanjutan.
Pemprov Jatim terus mendorong gerakan kebersihan melalui kegiatan kurve atau aksi bersih-bersih yang melibatkan pemerintah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), komunitas, aktivis lingkungan, dunia pendidikan, dan masyarakat.
Kegiatan kurve tersebut dilakukan di berbagai lingkungan, termasuk kawasan pantai dan sungai.
"Aksi kurve atau bersih-bersih, baik di pantai maupun sungai, merupakan wujud nyata pentingnya budaya gotong royong lintas sektor dalam mengatasi persoalan sampah di Indonesia. Ini kita harapkan menjadi awal yang baik untuk membangun budaya kepedulian lingkungan, terutama dalam membangun kesadaran membuang dan mengelola sampah dari tingkat masyarakat paling bawah," kata Khofifah.
Menurut Khofifah, kegiatan kurve menjadi bentuk nyata penerapan budaya gotong royong lintas sektor sekaligus langkah awal membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Gerakan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran mengenai cara membuang dan mengelola sampah mulai dari tingkat masyarakat paling bawah.
Jatim Kembangkan PSEL sebagai Solusi Jangka Panjang
Selain mendorong gerakan kebersihan, Pemprov Jatim mengembangkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai salah satu solusi jangka panjang dalam menangani persoalan sampah.
Pemprov Jatim telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek PSEL bersama tujuh bupati dan wali kota di kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya.
Proyek tersebut diarahkan untuk mengembangkan pemanfaatan sampah menjadi energi listrik sekaligus memperkuat pengelolaan sampah dalam jangka panjang.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia per Maret 2026, capaian pengelolaan sampah di Jawa Timur telah mencapai 52,7 persen.
Angka tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan capaian pengelolaan sampah tertinggi secara nasional dan berada jauh di atas rata-rata nasional sekitar 24,95 persen.
Mendagri Soroti Keberhasilan Surabaya
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti kepedulian dan keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan serta hasil terbaik bagi masyarakat.
Menurut Tito, banyak pemerintah daerah telah maupun sedang berupaya mengimplementasikan pengelolaan sampah dan lingkungan dengan tingkat keberhasilan yang berbeda-beda.
"Banyak daerah yang sudah dan tengah berusaha mengimplementasikan kedua hal itu, ada yang berhasil ada yang belum. Salah satu yang berhasil adalah di Kota Surabaya, Jawa Timur," ujar Tito.
Surabaya pun menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang dinilai berhasil mengimplementasikan upaya pengelolaan sampah dan lingkungan.
- Penulis :
- Arian Mesa




